Archive

Cara Membuat Link Dofollow/No Follow di WordPress

Pembahasan mengenai link nofollow dan dofollow memang sederhana, tapi tidak dapat dianggap remeh. Bahkan jika penempatan dan pengguna opsi link ini dapat dilakukan dengan benar, Anda bisa menaikan konten langsung ke dalam peringkat atas hasil pencarian Google.

Perbedaan Link Nofollow Link dan Dofollow Link

  • Nofollow, merupakan sebuah atribut HTML yang bertugas untuk memberikan kode kepada Google dan mesin pencari lain untuk mengabaikan ‘nilai SEO’ ke tautan tertentu. Singkatnya, atribut HTML nofollow membuat Google tidak mengikuti link atau URL yang disematkan. Link nofollow biasanya digunakan untuk link yang bersifat ‘jelek’. Misalnya domain yang mempunyai rate yang buruk atau link yang bisa menyebabkan spam seperti link yang berada di kolom komentar.
  • Dofollow, yaitu kebalikannya justru memberikan sinyal ke Google untuk mengikuti link tersebut. Tipe link dofollow sebenarnya sudah bersifat default alias sudah tidak perlu melakukan konfigurasi lagi. Secara otomatis Google akan mengikuti setiap link yang disematkan di sebuah artikel atau halaman web. Biasanya link dofollow disematkan di dalam kata kunci yang ditargetkan. Hal ini untuk menguatkan nilai SEO dari suatu konten. Secara manual Anda dapat melakukan pengecekan apakah link tersebut dofollow atau nofollow. Caranya dengan melihat pada baris kodenya.

Berikut ini contoh penulisan link dofollow:

<a href=”https://www.karsanusantara.com/”>Karsa Nusantara</a>

Link dofollow seperti ini biasanya juga untuk memberikan dukungan kepada domain lain sehingga bisa memberikan ‘power SEO’ yang lebih kuat. Hal ini tidak hanya menguntungkan pemberi link saja, tetapi juga pemilik domain yang mencantumkan link domain lain.

Nah bagaimana jika domain yang link-nya harus ada di halaman blog tetapi reputasinya jelek? Tentu saja Anda bisa menggunakan opsi nofollow. Berikut ini cara penulisan link nofollow:

<a href=”https://www.karsanusantara.com/” rel=”nofollow”>Karsa Nusantara</a>

Anda bisa melihat perbedaan antara kedua tipe link di atas. Secara default semua link merupakan dofollow. Untuk mengubah link dofollow menjadi link nofollow, Anda cukup menambahkan variabel ref=”nofollow”.

Variabel ref=”nofollow” berguna untuk menegaskan kepada Google Bot untuk tidak melakukan crawl atau pencatatan link yang dicantumkan. Namun jika pengunjung melakukan klik pada link tersebut tetap diarahkan ke situs yang menjadi tujuan.

Manfaat Dofollow dan Nofollow Link

Secara singkat ada beberapa manfaat mengkonfigurasikan antara dofollow dengan nofollow.

Link Dofollow

Ada beberapa kelebihan dofollow link jika diterapkan di website.

  1. Link yang ada di dalam website bisa menjadi backlink.
  2. Pagerank website akan naik karena pengunjung yang terus meningkat melalui peringkat search engine yang baik.

Sedangkan kekurangan dofollow link seperti.

  1. Banyaknya komentar spam yang masuk ke dalam komentar atau komentar yang tidak sesuai dengan topik pembahasan.
  2. Terlalu banyak link dapat menyebabkan Google menjatuhkan sanksi pada website Anda.

Link Nofollow

Meskipun jarang digunakan, nofollow dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti:

  1. Menjaga kualitas SEO di dalam search engine.
  2. Meminimalisir komentar spam.
  3. Link menjadi lebih stabil dan Google akan dengan mudah mengikutinya.

Namun tentu saja ada kekurangan dari penggunaan opsi link ini, yaitu tidak memberikan pengaruh (nilai SEO) bagi link tujuan.

Secara umum, baik dofollow maupun nofollow mempunyai tempat masing-masing. Kebanyakan pengguna atau pengelola website biasanya menggunakan nofollow maupun do follow di dalam konten website mereka. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan nilai SEO dan mempermudah navigasi pengunjung yang mengunjunginya maupun Google Bot yang melakukan crawling.

Cara Membuat Link Dofollow & Nofollow

Disini akan dijelaskan cara membuat link dofollow dan nofollow dengan mudah, baik melalui editor WordPress maupun menggunakan plugin.

  • Menambahkan Dofollow

Ketika menambahkan link di konten, secara otomatis link tersebut adalah dofollow. Untuk membuat link dofollow ikuti panduan di bawah ini:

  1. Pertama highlight words/teks yang ingin Anda beri link nofollow maupun link dofollow. Kemudian arahkan kursor ke atas Gutenberg block editor dan klik icon seperti gambar di bawah atau tekan CTRL+k.
  2. Salin URL dan paste ke dalam box yang muncul.

cara membuat link dofollow dan nofollow

  1. Kemudian klik di dalam pengaturan link ( ⋮ ) dan kemudian klik ‘Open New Tab’ supaya ketika diklik akan membuka jendela baru.

cara membuat link dofollow dan nofollow

  • Membuat Nofollow Menggunakan Editor WordPress

Menambahkan link nofollow mirip dengan dofollow, hanya saja ada beberapa langkah tambahan lain. Jadi ikuti terlebih dahulu tiga langkah membuat link dofollow kemudian ikuti langkah di bawah ini untuk mengganti nofollow menjadi dofollow.

  1. Klik icon ( ⋮ ) di bagian atas block kemudian pilih ‘Edit as HTML’.

cara membuat link dofollow dan nofollow

  1. Anda kemudian dapat melihat di dalam kode HTML. Add variabel rel=’nofollow’ ke dalam baris link untuk membuatnya nofollow seperti baris kode di bawah ini.
<a href=”https://www.karsanusantara.com/” rel=”nofollow”>Karsa Nusantara</a>
  • Membuat Nofollow Menggunakan Plugin

Jika Anda sering memerlukan link nofollow, atau jika Anda membutuhkan secara otomatis atribut nofollow ke dalam beberapa tipe link (seperti komentar di blog), plugin Ultimate Nofollow merupakan plugin yang cocok untuk Anda coba. Plugin ini menyediakan kemudahan solusi untuk mengelola berbagai macam link nofollow di WordPress. Selain itu ada beberapa kelebihan dari plugin ini:

  1. Menambahkan nofollow checkbox ke dalam tampilan reguler WordPress ‘insert link’.
  2. Otomatis menerapkan nofollow seluruh link.
  3. Memberikan Anda berbagai macam pilihan nofollow shortcodes.

Plugin sudah tersedia di dalam repositori WordPress sehingga Anda bisa langsung menginstalnya melalui “Dashboard » Plugin » Add New”.

cara membuat link dofollow dan nofollow

Setelah Anda menginstallnya, Anda hanya tinggal menambahkan link seperti biasanya. Namun ketika Anda masuk ke bagian setting, Anda tidak perlu menambahkan manual menggunakan shortcode karena akan ada tampilan seperti di bawah ini.

cara membuat link dofollow dan nofollow

Anda hanya tinggal klik ‘Add rel=”nofollow” ke dalam link. Perbedaan dengan cara sebelumnya adalah kemudahan di dalam menambahkan baris script rel nofollow tanpa harus mencari baris kodenya satu persatu.

Membuat Nofollow Link di Seluruh Komentar

Banyaknya komentar spam yang masuk ke dalam komentar atau komentar yang tidak sesuai dengan topik pembahasan tentu saja mengganggu. Jadi sebainya Anda mengatur link di kolom komentar menjadi nofollow. Jika Anda ingin mengatur secara otomatis nofollow ke seluruh link yang ada di blog komentar, akses “Setting » Nofollow” di dalam WordPress dashboard.

Kemudian centang di dalam box untuk menerapkan nofollow ke seluruh link yang ada di komentar. Kemudian klik “Save Changes” untuk menyimpannya.

cara membuat link dofollow dan nofollow

Kesimpulan

Membuat link dofollow dan rel nofollow memang sangat perlu. Apalagi jika Anda ingin memerangi spam yang sering kali merugikan website. Bahkan penggunaan dan penempatan link dofollow dan nofollow dengan tepat dapat meningkatkan kualitas SEO dari website tersebut.

Jika tidak ingin terlalu ribet untuk mengatur dofollow dan nofollow link, ada beberapa plugin di wordpress  yang menyediakannya. Jadi Anda tinggal menginstallnya saja untuk menggunakannya.

Cara Mengatasi Error The Uploaded File Exceeds the upload_max_filesize Directive in php.ini di WorPress.

Error “The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini” merupakan pesan error yang muncul ketika pengguna mencoba mengunggah file, gambar, maupun tema melebihi kapasitas yang sudah ditentukan.

WordPress mempunyai batas ukuran maksimal. Batas ini berbeda-beda, tergantung pengaturan dari penyedia layanan hosting. Pengaturan ini biasanya terdapat di dapat kontrol panel pada menu PHP. Ketika Anda melanggar batasan ini akan muncul pop up error ‘The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini’.

Sering kali permasalahan ini muncul di website yang mempunyai banyak konten. Anda mungkin mengira cara mengatasi error ‘The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini’ cukup sulit, tapi ternyata tidak. Anda hanya perlu mengubah nilai dari masing-masing variabel perintah di bawah ini. Pastikan batas maksimal upload lebih besar dari ukuran file yang akan diunggah.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba untuk memperbaiki error ini:

Opsi 1: Mengedit File .htaccess

Cara yang paling cepat untuk memperbaiki error ‘the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini’ adalah menaikkan batas maksimal PHP resource di .htaccess.

Caranya sangat mudah. Anda hanya tinggal akses root direktori penyimpanan WordPress menggunakan file manager atau FTP klien. Kemudian, cari file .htaccess yang biasanya berada di dalam folder public_html atau folder root instalasi WordPress Anda. Akses file tersebut dan ubah beberapa nilai yang ada di dalamnya.

the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini

Menaikkan maksimal upload bisa dilakukan dengan mengubah nilai perintah upload_max_filesize. Caranya dengan menambahkan baris line di bawah ini ke dalam .htaccess. Anda bisa menyesuaikan nilai sesuai dengan kebutuhan. Pada contoh di bawah ini saya menggunakan nilai 256M yang berarti maksimal upload adalah 256 Megabyte.

php_value upload_max_filesize 256M

Setelah selesai, coba Anda unggah kembali file yang gagal. Jika cara ini berhasil, seharusnya tidak akan ada error yang muncul. Jika error masih muncul, Anda mungkin perlu mengubah beberapa nilai di pengaturan limit PHP seperti di bawah ini.

php_value post_max_size 256M
php_value memory_limit 512M
php_value max_input_time 180
php_value max_execution_time 180

Setelah selesai jangan lupa di-save kemudian coba upload file yang sama menggunakan cara seperti sebelumnya. Jika tidak ada masalah seharusnya WordPress Anda dapat berjalan dengan baik.

Opsi 2: Mengedit File wp-config.php

Cara mengatasi error ‘the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini’ yang lain adalah dengan mengubah konfigurasi dalam file wp-config.php. File ini juga terletak di direktori WordPress di folder yang sama dengan file .htaccess.

the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini

Setelah Anda membukanya, tambahkan baris kode di bawah ini,

@ini_set(‘upload_max_size’ , ‘256M’ );

Jangan lupa untuk menyimpannya.

Setelah selesai, silakan refresh browser Anda kemudian coba unggah file yang sama. Jika berhasil seharusnya tidak ada error yang muncul lagi.

Opsi 3: Mengubah Konfigurasi di cPanel

Jika punya akses ke cPanel, Anda bisa menggunakan cara ini dengan mengakses fitur Select PHP Version. Fitur ini ada di cPanel hosting. Fitur ini dapat Anda akses melalui “cPanel » Select PHP Version » Switch to PHP Options”.

the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini

Tidak hanya mengubah batas ukuran maksimal unggahan file, di menu ini Anda juga bisa mengatur memory limit, ukuran maksimal post, dan lain sebagainya. Secara default pengaturan limit sudah diatur maksimal oleh penyedia layanan hosting, tapi Anda bisa mengubahnya lagi sesuai dengan kebutuhan.

the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini

Setelah selesai, jangan lupa klik “Save” untuk menyimpannya.

Opsi 4: Memperbarui File php.ini

Cara keempat yang bisa Anda coba adalah mengubah konfigurasi yang ada di dalam file php.ini. Cara ini hanya bisa digunakan oleh Anda yang mempunyai akses ke dalam server atau bagi pengguna Virtual Private Server (VPS) dengan akses root.

Anda mungkin sejak tadi bertanya-tanya, error ‘the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini’ menyebutkan php.ini tapi cara-cara sebelumnya belum membahas file ini.

Jika Anda melihat lebih seksama error tersebut memang menyebutkan ada yang bermasalah dengan file php.ini. File php.ini merupakan file yang menampung semua variabel konfigurasi batasan PHP.

File php.ini terkadang membutuhkan akses lebih tinggi (root) ke dalam server yang mana tidak diizinkan untuk user biasa atau pengguna shared hosting. Contohnya di Niagahoster. Anda tidak bisa mengakses file PHP di Niagahoster, tapi semua batasan penggunaan PHP sudah diatur semaksimal mungkin.

the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini

Sedangkan bagi Anda yang menggunakan layanan Virtual Private Server (VPS) sangat mungkin mengubah konfigurasi di dalam file php.ini. Jadi solusi ini sangat cocok Anda terapkan jika menemui error ‘the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini’ di VPS.

Untuk mengubahnya, akses file tersebut di dalam folder /etc/php/7.0/cli/php.ini. Itu adalah contoh direktori yang digunakan oleh PHP versi 7. Versi PHP lain kadang letaknya berbeda. Letak file ini juga tergantung dari penyedia layanan hosting yang Anda gunakan. Anda dapat juga mengeceknya menggunakan perintah $ rpm -qc php-common.

the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini

Setelah Anda akses file tersebut, cari baris upload_max_filesize dan naikkan nilainya. Anda mungkin akan menaikkan beberapa batasan seperti di bawah ini.

upload_max_filesize = 256MB
post_max_size = 256M
memory_limit = 512M
max_execution_time = 180

Jangan lupa menyimpan konfigurasi yang sudah dilakukan.

Setelah selesai, silakan akses kembali WordPress dan coba upload file yang tadi gagal untuk diunggah. Jika berhasil, seharusnya tidak ada masalah atau error yang muncul.

Opsi 5: Menghubungi Customer Support

Jika seluruh cara yang sudah dibahas tadi belum bisa memperbaiki error ‘the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini’, Anda bisa menghubungi layanan customer service.

Berikan informasi yang kira-kira dibutuhkan oleh customer support penyedia layanan hosting Anda seperti screenshot dan langkah-langkah ketika menemui error tersebut. Sekecil informasi yang Anda berikan akan bisa membantu customer service untuk mencari tahu penyebab dan memberikan solusinya.

Sebelum itu, Anda mungkin dapat terlebih dahulu melihat batas maksimal upload dan menginformasikannya kepada customer service. Informasi ini dapat Anda akses melalui menu “WordPress Dashboard » Media » Add New”.

the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini

Kesimpulan

Sampai pada bagian ini Anda sudah mempelajari beberapa cara untuk mengatasi ‘the uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini’, di antaranya:

  1. Menaikkan nilai upload_max_filesize di file .htaccess.
  2. Mengatur upload_max_filesize yang lebih besar di file wp-config.php.
  3. Mengubah pengaturan PHP melalui cPanel.
  4. Mengubah file php.ini untuk meningkatkan perintah upload_max_filesize.
  5. Menghubungi penyedia layanan hosting untuk tindakan lebih lanjut.

 

Cara Menggunakan Google Analytics

Google Analytics adalah tool wajib bagi pemilik website. Dengan menginstall Google Analytics di website, Anda bisa dengan mudah memantau trafik web. Bukan sekedar trafik saja yang bisa Anda ketahui. Platform ini juga menyediakan berbagai data soal performa sebuah situs. Mulai dari mana sumber trafik, data demografi pengunjung, konten populer, dan lain-lain.

Kesemua data tersebut bisa Anda jadikan bahan evaluasi konten dan situs web. Misalnya, Anda bisa memutuskan konten mana yang perlu ditulis ulang atau dioptimasi. Plugin apa yang perlu ditambah. Aspek teknis apa yang perlu diperbaiki. Konten atau produk mana yang menarik pengunjung.

Kita akan belajar cara menggunakan Google Analytics. Akan dijelaskan bagaimana cara membaca semua data analytics. Setidaknya ada enam jenis data Google Analytics yang perlu Anda tahu:

  1. Realtime,
  2. Demografi pengunjung,
  3. Perilaku pengunjung,
  4. Jumlah trafik,
  5. Sumber trafik,
  6. Kecepatan website,

Sebelumnya, pastikan Kalian sudah menginstall Google Analytics di website. Jika sudah, Kita langsung membahas cara menggunakan Google Analytics.

Istilah-Istilah Penting di Google Analytics

Sebelum menggunakan Google Analytics, Sebaiknya belajar istilah-istilahnya lebih dulu. Karena, Google Analytics memiliki banyak sekali menu dan bagian. Tanpa mengetahui dengan baik beberapa istilah penting, Anda bisa-bisa bingung dan tak menggunakan service ini secara maksimal.

Berikut adalah beberapa istilah penting dalam Google Analytics:

  • Organizations ━ Ketika Anda memiliki banyak produk dan metrik untuk diukur, Organisasi adalah mengelompokkan kesemuanya dalam satu “folder”. Lewat Organization, Anda bisa menggunakan beberapa layanan Google sekaligus seperti Analytics, Tags Manager, dan Optimize. Anda juga bisa mengatur user, akses data, dan integrasi antar-produk.
  • Accounts ━ Ialah akses poin Anda ke layanan Analytics. Anda perlu setidaknya satu akun untuk bisa menggunakan dan memantau metrik dari Google Analytics.
  • Properties ━ Properti merupakan sebutan untuk objek yang metriknya dipantau oleh Analytics. Objek yang dimaksud bisa berupa website, aplikasi ponsel, atau device. Nantinya, Analytics akan mengeluarkan tracking ID khusus untuk tiap properti yang dipantau.
  • Views ━ Sebutan untuk data spesifik yang Anda inginkan dalam sebuah properti. Misalnya, Anda bisa membuat masing-masing view khusus untuk keseluruhan trafik web, trafik AdWords, traffic subdomain, dan sebagainya. 
  • Session ━ Interaksi antara user dengan halaman web dalam jangka waktu tertentu. Umumnya, Google Analytics menghitung interaksi sampai user tidak aktif (tidak melakukan interaksi) selama 30 menit.
  • Bounce rate ━ Persentase atau jumlah pengunjung yang meninggalkan web setelah melihat satu halaman saja.

Cara Menggunakan Google Analytics

Setelah paham istilah-istilah di atas, langsung Kita bahas cara membaca data Google Analytics. Sebetulnya, enam cara di bawah hanyalah secuil dari keseluruhan data yang bisa didapat Analytics.

Namun, untuk permulaan, keenam cara ini sudah cukup untuk mengenalkan Anda pada Google Analytics. Keenam cara ini juga sudah lebih dari cukup untuk menganalisis performa web atau blog sederhana.

1. Realtime

real time google analytics

Dalam menu Realtime > Overview, Anda bisa mengecek metrik realtime web. Ketika Anda yang membuka web, aplikasi, atau device Anda di saat itu, data yang terekam bisa langsung diakses

Dalam halaman Overview, ada beberapa data yang akan nampak:

  • Jumlah user yang membuka web secara realtime;
  • Pembagian user berdasarkan device yang digunakan untuk akses web (dekstop vs. mobile);
  • Pageview per menit;
  • Pageview per detik;
  • Top referral;
  • Top social traffic;
  • Top keywords;
  • Top active pages;
  • Top locations.

Kesemua data di atas tersedia dalam bentuk sederhana. Untuk tampilan yang lebih lengkap, Anda bisa akses submenu Locations, Traffic Sources, Content, Events, dan Conversions di bawah Realtime.

2. Demografi Audiens / Audience Demographics

Siapa yang mengunjungi website Anda? Dari mana saja mereka berasal? Topik bahasan apa yang mereka minati?

Kita bisa mengetahui siapa saja yang mengunjungi website kita, Dari mana mereka berasal dan lainnya, Dengan Google Analytics. Bahkan, dibandingkan empat menu utama lainnya, bagian Audience memberikan insight yang sangat lengkap.

audience demographics google analytics

Untuk lihat tampilan sederhana alias rangkuman data audiens, Anda bisa menuju Audience > Overview. Pada bagian ini, Anda bisa melihat data seperti:

audience overview google analytics
  • Jumlah pengguna;
  • Jumlah tayangan halaman;
  • Jumlah pengguna baru;
  • Jumlah halaman dibuka dalam satu sesi;
  • Jumlah sesi;
  • Jumlah sesi per pengguna;
  • Bounce rate / sesi pantulan;
  • Demografi berdasar bahasa, negara, dan kota;
  • Sistem operasi yang digunakan;
  • Informasi sistem operasi ponsel yang dipakai audiens.

Di luar data di atas, Anda juga bisa mengetahui info spesifik soal audiens. Klik Audience > Demographics untuk tahu jenis kelamin dan usia audiens.

Anda juga bisa cari tahu topik apa yang disukai audiens melalui Audience > Interests. Lewat menu ini, Anda bisa tahu topik apa yang diminati pengunjung (Affinity Categories), produk apa yang diminati dan siap dibeli (In-Market Segments), dan keduanya (Other Categories).

3. Perilaku Pengunjung / Visitors’ Behaviour 

Jangan kira interaksi pengunjung dengan konten web tak bisa dipetakan. Lewat Audience > Behaviour, Anda bisa tahu bagaimana sebetulnya audiens merespons setiap halaman di website.

Karena data ini sangat penting untuk Anda ketahui, kami akan bahas bagian ini secara khusus. Ada lima macam data yang akan dibahas, yaitu pengunjung baru vs. pengunjung lama, frekuensi dan keterkinian, engagement, kualitas sesi, dan kemungkinan konversi.

Pengunjung Baru vs. Pengunjung Lama / New vs. Returning

new visitor vs old google analytics

Di sini, Anda bisa mendeteksi jumlah pengunjung unik atau audiens yang baru pertama kali mengunjungi web. Di samping itu, Anda juga bisa tahu berapa banyak pengunjung setia Anda.

Bukan cuma angka mentah saja yang bisa diketahui. Dalam kedua kategori data itu, terdapat keterangan lebih lengkap tentang bounce rate, jumlah halaman per sesi, dan durasi rata-rata per sesi.

Semua keterangan tersebut bisa membantu Anda memetakan perilaku audiens baru dan audiens lama.

Frekuensi dan Keterkinian / Frequency & Recency

frequency and recency google analytics

Bagian ini bisa agak membingungkan. Tapi, kami akan coba sederhanakan untuk Anda.

Frekuensi berarti seberapa sering pengunjung kembali pengunjung web dalam waktu tertentu. Google akan merekam setiap kali audiens mengunjungi web Anda.

Katakanlah, seorang pengunjung membuka web Anda empat kali dalam seminggu. Google akan memisahkan setiap sesinya dan menghitungnya secara terpisah. Setiap sesi itu diberi nama “sesi pertama”, “sesi kedua”, “sesi ketiga”, dan seterusnya.

Berbeda lagi dengan keterkinian. Data ini menunjukkan jangka waktu (dalam hari) sejak pertama kali audiens berkunjung ke web. Jika seorang pengunjung membuka web di hari Senin, lalu membukanya lagi di hari Kamis ━ ia akan dihitung sekali berkunjung sejak sesi pertama.

Engagement

engagements google analytics

Lewat engagement, Anda bisa mengetahui dua macam data. Pertama soal durasi sesi. Kedua adalah kedalaman halaman.

Di durasi sesi, Google mendaftar sesi dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, sesi 0-10 detik, 11-30 detik, 31-60 detik, dan seterusnya. Anda bisa cek jumlah sesi dan jumlah tayangan halaman untuk tiap rentang sesi.

Kedalaman halaman atau page depth menjelaskan berapa banyak halaman yang dibuka dalam satu sesi. Sama halnya seperti durasi sesi, Anda juga bisa tengok jumlah sesi dan jumlah tayangan halaman pada kategori kedalaman halaman.

Kualitas Sesi / Quality Session

session quality google analytics

Seperti namanya, Google menilai kualitas sesi dalam skala 1 sampai 100. Semakin kecil angkanya berarti semakin rendah kualitas sesi. Dalam kata lain, sesi yang dimaksud semakin jauh dari transaksi. Sebaliknya, nilai tinggi artinya semakin berkualitas dan dekat dengan transaksi.

Google juga menghitung jumlah sesi, sesi dengan transaksi, dan sesi tanpa transaksi untuk tiap-tiap skala kualitas sesi. Dengan begitu, Anda bisa memetakan tren jumlah kunjungan untuk sampai ke konversi.

Kemungkinan Konversi / Conversion Probability (Beta)

conversion probability google analytics

Di samping menilai kualitas sesi, Google juga menghitung kemungkinan konversi audiens. Mirip dengan metrik sebelumnya, Google memberi nilai dalam skala 1-100. Semakin kecil nilainya, semakin kecil kemungkinan konversi. Begitu pun sebaliknya, nilai besar berarti tinggi pula kemungkinan konversi.

Penghitungan data masih tersedia dalam versi beta. Google hanya bisa memerlukan minimal 1000 kali transaksi ecommerce untuk bisa menganalisis conversion rate. Jika jumlah transaksi minimal tidak penuhi atau Google tak yakin dengan hasil analisisnya, opsi ini takkan tersedia di Google Analytics Anda.

4. Semua traffic / Overall traffic

Jumlah trafik adalah satu aspek penting yang perlu Anda tahu. Data ini menunjukkan seberapa banyak website Anda dikunjungi dalam jangka waktu tertentu. Dari sini, Anda bisa tahu seberapa populer web yang dimiliki.

Namun, jumlah trafik berbeda dengan jumlah pengunjung unik. Pada bagian ini, Google hanya menghitung berapa kali halaman dibuka. Jika pengunjung membuka satu halaman hingga 10 kali, jumlah buka itu jugalah yang akan dihitung.

Untuk mencari tahu semua traffic, Anda bisa klik menu Acquisition > All Traffic. 

overall traffic google analytics

Di bawah All Traffic masih ada pilihan channel, treemaps, source/medium, dan refferals. Keempat opsi tersebut bisa Anda gunakan untuk melihat secara detail trafik web.

Misalnya, di bagian Channel atau Saluran, Anda bisa lihat channel marketing apa saja yang menyumbang kunjungan ke web. Lebih lanjut soal ini akan dibahas pada bagian Sumber Traffic atau Traffic Source.

traffics treemaps google analytics

Di bagian Treemaps atau Peta Hierarki, Anda mendapatkan bantuan visual untuk melihat tren trafik di web. Tampilan macam ini lebih intuitif. Di samping juga, Anda bisa data mana yang relatif penting, hubungan antara dua data berbeda.

Kemudian pada opsi Source/Medium atau Sumber/Media, terdapat daftar channel marketing beserta sumber spesifik yang menyumbang trafik pada web. Anda bisa tahu, misalnya, media sosial apa yang bekerja dan dengan cara apa (referral, cpc, atau organik).

Pilihan terakhir ialah Referrals atau Rujukan yang berisi alamat website. Alamat web yang disebutkan itulah, besar kemungkinan, memuat link menuju website Anda.

5. Sumber Traffic / Traffic Source

Ada banyak jalan untuk sampai ke website Anda. Cara paling umum adalah dengan mengetikkan URL ke address bar di browser. Tapi bisa juga, pengunjung menemukan web lewat mesin pencari, website lain yang memberi backlink, atau pun iklan.

“Jalan-jalan” yang ditempuh pengunjung bisa Anda ketahui dengan Google Analytics. Dengan mengetahui data ini, Anda bisa mengevaluasi sumber trafik. Anda juga bisa gunakan data sebagai bahan pertimbangan dalam membuat promo atau strategi menjangkau audiens.

Untuk tahu sumber trafik website, klik Acquisition > All Traffic > Channels.

channel google analytics

Pokoknya, ada empat traffic source dalam Google Analytics. Keempatnya, yaitu organic, direct, referral, dan social. Berikut penjelasannya:

  • Organic ━ trafik yang didapatkan dari hasil pencarian di mesin pencari semacam Google, Bing, Yahoo!, dan lainnya.
  • Direct ━ trafik berasal dari URL yang langsung diketikkan di address bar browser.
  • Refferals ━ memuat daftar website atau channel yang mengirimkan trafik pada web.
  • Social ━ mendaftar media sosial apa saja yang mengirimkan trafik pada website Anda.

Selain keempat sumber di atas, ada juga paid search dan email. Kedua sumber trafik ini biasanya hanya ditemukan pada web bisnis dan ecommerce.

Paid search merupakan trafik yang didapatkan dari iklan. Lalu, email merupakan trafik yang didapatkan ketika Anda melampirkan URL web di newsletter atau email marketing.

6. Kecepatan Website / Website Speed

Selain Google PageSpeed Insight dan tools lain, Anda bisa sekalian mengecek kecepatan website lewat Google Analytics. Untuk itu, cukup klik Behaviour > Site Speed.

overview site speed google analytics

Jika Anda menginginkan tampilan sederhana, Anda bisa pilih menu Overview atau Ringkasan. Berikut beberapa data yang ditampilkan di halaman ringkasan:

  • Waktu Muat Halaman Rata-rata;
  • Waktu Pengalihan Rata-rata;
  • Waktu Pemeta Domain Rata-rata;
  • Waktu Sambungan Server Rata-rata;
  • Waktu Respons Server Rata-rata;
  • Waktu Download Halaman Rata-rata;
  • Kecepatan situs berdasarkan browser, negara, dan halaman.

Di luar data di atas, waktu load setiap halaman juga bisa dicari pada bagian Page Timings atau Waktu Halaman. Google sengaja mengurutkan dari halaman populer dan menyebutkan waktu yang dibutuhkan untuk load halaman tersebut.

speed suggestion site speed

Google pun memberikan rekomendasi ideal untuk loading halaman. Klik bagian Speed Suggestions atau Saran Kecepatan. Pilih halaman mana yang ingin Anda ketahui. Kemudian klik link pada kolom Saran Kecepatan Laman.

Nantinya, Anda akan langsung dibawa ke pop-up Google PageSpeed Insight. Pop-up ini akan menganalisis halaman web yang diminta. Dalam waktu singkat, Anda kan dapatkan saran-saran yang bisa diterapkan untuk mempercepat waktu load.

Kesimpulan

Ada banyak macam data yang bisa didapatkan dengan Google Analytics. Namun sebagai pemula, Anda setidaknya perlu tahu enam hal: realtime, demografi pengunjung, perilaku pengunjung, jumlah trafik, sumber trafik, dan kecepatan website.

Kalau Anda butuh insight yang lebih spesifik, Ada bisa mencari tentang Google Analytics khusus untuk bisnis. Di dalamnya akan membahas cara membandingkan performa web dengan kompetitor, mengecek lokasi pengunjung, kompatibilitas browser, cara tahu kata kunci populer, penyebab pengunjung exit halaman, dan waktu yang strategis untuk mengirim email.

 

Perbedaan SEO Dan SEM

SEO dan SEM memang istilah yang belum awam. Bagi Anda para pelaku bisnis di bidang digital, mungkin pernah mendengar istilah-istilah tersebut namun kurang memahami apa perbedaan dari keduanya. Kedua istilah ini memang sering digunakan secara bergantian, tidak pernah dipakai secara bersamaan. Ketika seseorang menggunakan istilah SEO, biasanya ia tak serta-merta menyebutkan pula istilah SEM.

  • SEO (Search Engine Optimization) 

SEO atau optimasi mesin pencari adalah sebuah suatu strategi atau serangkaian teknik yang sistematis untuk menempatkan website atau blog berada di halaman utama SERP (Search Engine Result Page) dan potensial sesuai dengan keyword yang ditentukan. Melakukan SEO memerlukan ketekunan, keterampilan analisis, kompetitif, dan strategis. Tujuan utama melakukan SEO adalah untuk meningkatkan traffic visitor atau kunjungan dengan keyword yang tertarget. Salah satu indikator utama keberhasilan SEO adalah semakin tingginya posisi website atau blog dengan keyword tertentu di search engine. Semakin tinggi posisi website atau blog dengan keyword tertentu di search engine, maka semakin tinggi pula pengunjung atau visitor yang berkunjung ke website atau blog tersebut.

Apa yang muncul di halaman pertama hasil pencarian Google merupakan page dari website yang telah teroptimasi (melalui SEO). Inilah pentingnya SEO, ketika hampir semua pengguna internet bergantung pada mesin telusur raksasa, Google. SEO ini sebenarnya merupakan komponen dari kategori yang lebih besar yaitu Search Engine Marketing (SEM) itu sendiri.

Hukum dan aturan tak tertulis SEO memang terus berubah seiring  dengan perubahan algoritma mesin telusur itu sendiri dari waktu ke waktu. Namun, ada satu aspek dari SEO yang tetap konsisten yaitu: On-Page SEO dan Off-Page SEO. Inilah komponen inti SEO. Pahami lebih dalam keduanya lewat daftar berikut!

  • SEO On-Page meliputi:

Memasukkan target keyword secara alami ke dalam judul blogpost, heading tag, meta description, dll.

Merapikan format URL halaman/ page Anda.

Mengoptimalkan kecepatan dimuatnya halaman website Anda.

Mengintegrasikan berbagi media sosial dengan konten Anda.

  • SEO Off-Page meliputi:

Membuat backlink yang berkualitas tinggi dan menempatkannya secara natural.

Menerapkan Local SEO.

Selain itu, ada lagi aktivitas SEO Off-Page penting yang lainnya. Kami telah membuat satu artikel khusus berupa panduan komprehensif mengenai SEO Off-Page.

  • SEM (Search Engine Marketing)

Sama seperti SEO, SEM juga memiliki tujuan untuk mendapatkan tampilan website atau blog pada halaman utama Search Engine Result Page. Pengguna SEM umumnya identik dengan penawaran produk. Biasanya, pengguna SEM yang beriklan du search engine adalah toko-toko online yang memiliki produk atau jasa untuk dijual. SEM berfungsi untuk meningkatkan pengunjung dan popularitas, serta keyword yang akan ditargetkan. Baik SEO dan SEM memiliki tingkat kesulitan masing-masing.

Selain pengoptimalan bagi mesin telusur, SEM juga menyertakan penggunaan penelusuran berbayar sebagai komponen. contohnya, Seperti daftar bayar per klik (PPC) dan iklan semacam Google Ads. Jadi sebagian besar, bentuknya adalah kampanye (iklan) dan kegiatan PPC. Nah jika Anda melakukan SEO, hal ini juga termasuk upaya SEM.

Apa Perbedaan Antara SEO dan SEM

SEO meningkatkan jumlah pengunjung website dengan membuat web itu muncul di peringkat tertinggi pada halaman hasil pencarian di mesin telusur. SEM lebih besar jangkauannya, dianggap sebagai pemasaran pada internet yang meningkatkan visibilitas web lewat hasil mesin pencari organik dan juga lewat iklan. Jadi SEM mencakup kegiatan SEO serta taktik/ strategi pemasaran di mesin pencarian yang lainnya.

Nah itulah perbedaan utama antara kedua istilah tersebut yaitu bahwa optimisasi mesin pencari (SEO) hanyalah sebuah komponen dari pemasaran mesin pencari (SEM). Seperti telah kami sebutkan juga sebelumnya di atas, SEM mencakup komponen pencarian berbayar semacam PPC dan bahkan juga termasuk SMM (Social Media Marketing).

Penting untuk dicatat bahwa Anda tidak boleh menggunakan istilah SEO dan SEM secara bersamaan untuk sebuah maksud spesifik. Karena, meskipun mereka bekerja berdampingan, mereka bukan istilah yang sama. Ada hierarki di sana (SEO bagian dari SEM, SEM bukan bagian dari SEO, SEO adalah salah satu strategi SEM).

Taktik Pemasaran yang Lebih Baik, SEM atau SEO

Banyak marketer/ divisi pemasaran pada suatu bidang bisnis yang memperdebatkan apakah yang satu lebih baik dari yang lain. SEO organik adalah pendekatan yang terbaik. Seperti yang Kalian lihat, SEM sesungguhnya tidak bisa berhasil mulus tanpa menggunakan taktik SEO yang organik. Anda mungkin tergiur melakukan teknik Black Hat SEO, hasilnya bisa instan tapi dampaknya apalagi resiko penalti dari Google yang bisa Anda terima bisa jadi juga menghancurkan apa yang Anda bangun dalam sekejap saja.

Selain itu, memang ada banyak situasi/ kasus di mana PPC (salah satu komponen SEM) lebih masuk akal dibanding SEO. Sebagai contoh, jika Anda pertama kali meluncurkan website dan Anda ingin segera meningkatkan visibilitasnya bagi pengguna internet di luar sana, ya logikanya lebih cepat dan efektif untuk membuat kampanye PPC. Karena kampanye ini membutuhkan waktu kurang dari aktivitas SEO (yang hasilnya tak mungkin muncul secara singkat).

Namun, walau SEO organik membutuhkan waktu lebih lama untuk menampilkan hasil, pada akhirnya akan lebih murah jika Anda bisa mengembangkan kredibilitas website Kalian di mesin pencarian (membangun kredibilitas ini tidak bisa Anda buat dengan kampanye semacam PPC)

 Jalankan keduanya secara beriringan. Keduanya sama pentingnya. Namun, perihal waktu memulai yang mana duluan, penting untuk mengevaluasi kebutuhan spesifik Anda. Namun, sekali lagi pastikanlah untuk sepenuhnya memahami perbedaan keduanya terkait target/ kepentingan Anda serta bagaimana Anda mampu untuk mempertahankan upaya Anda itu.

Kesimpulan

Search Engine Optimization dan Search Engine Marketing tidak digunakan untuk adanya persaingan satu sama lain, tetapi SEO dianggap sebagai bagian dari layanan SEM. Apabila Anda memutuskan untuk melakukan bisnis di dunia internet, sebaiknya website yang Anda miliki dapat ditampilkan pada mesin pencarian organik dan juga pada bagian yang diiklankan. Ini artinya, SEO dan SEM dibutuhkan untuk memperluas jaringan bisnis di dunia online.

 Anda telah mendapat info mendasar soal SEM dan SEO beserta perbedaan keduanya. Sebagai provider hosting murah dan vps murah, kami berkomitmen untuk membantu kesuksesan Anda secara online Dengan indowebhost.co.id.

Membuat Menu Dropdown CSS di WordPress Dengan Mudah

Menu di dalam website dapat disesuaikan dengan kreasi masing-masing. Fungsi menu digunakan untuk navigasi pengunjung agar dapat dengan mudah menjelajah website. Supaya lebih menarik, menu di website dapat Anda kreasi sendiri dengan membuat menu dropdown CSS.

Dropdown menu merupakan sebuah elemen kontrol grafis yang memunculkan daftar agar pengguna dapat memilih salah satu dari daftar menu yang ada. Saat tidak digunakan dropdown menu hanya akan menampilkan satu menu saja, tapi ketika pengguna mengarahkan fokus cursor pada menu tersebut, maka akan muncul beberapa daftar menu yang lainnya. Tampilan ini bisa ke bawah, menyebar, dan ke atas. Tim pengembang dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan. Namun kebanyakan dari pengembang memilih untuk menampilkan daftar menu ke bawah.

Langkah-langkah Membuat Menu Dropdown CSS di WordPress

Berikut beberapa langkah-langkah sederhana yang bisa Anda coba untuk membuat menu dropdown CSS dengan mudah :

  • Langkah 1 – Membuat File HTML

Langkah pertama, yang perlu adalah dengan membuat file html terlebih dahulu. Anda dapat menggunakan File Manager atau melakukan akses FTP dari perangkat desktop menggunakan FileZilla.

Akses halaman direktori root, kemudian masukkan file menu.html yang masih kosong atau buat file tersebut kemudian masukkan ke dalam folder.

  • Langkah 2 – Menambahkan Kode Menu HTML

Langkah kedua, membuat kode menu menggunakan HTML. Pada contoh yang akan kita pakai yaitu sebuah “main menu” dan 5 sub-elemen. Anda dapat menghubungkan beberapa sub-menu ini ke halaman yang lain dengan mengganti URL pada atribut “href”.

Pada pembuatan dropdown menu, ada beberapa class yang berbeda yang perlu Anda ketahui. Class ini digunakan untuk menerapkan rule CSS yang berbeda pada setiap class-nya. Anda akan melihat class seperti ‘mainmenu’ dan ‘dropdown-child’. Di bawah ini merupakan penggunaan class untuk membuat dropdown menu menggunakan CSS.

<div class=”dropdown”>
<button class=”mainmenubtn”>Main menu</button>
<div class=”dropdown-child”>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page1.html”>Child menu 1</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page2.html”>Child menu 2</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page3.html”>Child menu 3</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page4.html”>Child menu 4</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page5.html”>Child menu 5</a>
</div>
</div>

Hasil dari kode di atas adalah tampilan seperti ini:

cara membuat menu CSS dropdown
Tampilan Dropdown
  • Langkah 3 – Membuat CSS dan Efek Dropdown

Langkah ketiga, supaya lebih menarik maka perlu ditambahkan sentuhan CSS di dalamnya.

.mainmenubtn {
background-color: red;
color: white;
border: none;
cursor: pointer;
padding:20px;
margin-top:20px;
}.mainmenubtn:hover {
background-color: red;
}

.dropdown {
position: relative;
display: inline-block;
}
.dropdown-child {
display: none;
background-color: black;
min-width: 200px;
}
.dropdown-child a {
color: white;
padding: 20px;
text-decoration: none;
display: block;
}
.dropdown:hover .dropdown-child {
display: block;
}

Pada contoh skrip di atas, terlihat bahwa class .dropdown-child memiliki rule CSS display:none. Sedangkan pada saat pengunjung website mengarahkan kursor (hover) ke arah (.dropdown:hover) atau ke induk menu, rule CSS menjadi display:block. Nah, rule inilah yang nantinya digunakan sebagai fungsi pada dropdown menu.

Sehingga dari beberapa bari kode di atas, maka akan terbentuk file menu.hmtl dengan isi seperti di bawah ini.

<html>
<head>
<style>
.mainmenubtn {
background-color: red;
color: white;
border: none;
cursor: pointer;
padding:20px;
margin-top:20px;
}
.dropdown {
position: relative;
display: inline-block;
}
.dropdown-child {
display: none;
background-color: black;
min-width: 200px;
}
.dropdown-child a {
color: white;
padding: 20px;
text-decoration: none;
display: block;
}
.dropdown:hover .dropdown-child {
display: block;
}
</style>
</head>
<body>
<div class=”dropdown”>
<button class=”mainmenubtn”>Main menu</button>
<div class=”dropdown-child”>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page1.html”>Child menu 1</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page2.html”>Child menu 2</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page3.html”>Child menu 3</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page4.html”>Child menu 4</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page5.html”>Child menu 5</a>
</div>
</div>
</body>
</html>

Pada contoh di atas, kita menggabungkan antara kode HTML dan CSS di dalam satu file yang sama. Proses pengembangan lebih lanjut, Anda dapat memisahkan baris kode CSS ke dalam file yang lain.

cara membuat menu CSS dropdown - 2
Tampilan Menu Dropdown CSS

Di samping ini adalah tampilan akhir dari penerapan file menu.html menggunakan CSS. Anda dapat mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Anda juga dapat menyesuaIkan tampilan dan warna dari menu.

Daftar Kode Warna HTML Lengkap

Di bawah ini tabel kode warna HTML & CSS yang dapat Anda gunakan untuk memperindah website.

itu sangat penting.

Nama Warna HEX RGB
.
Alice Blue #F0F8FF rgb(240, 248, 254)
.
Antique White #FAEBD7 rgb(251, 235, 217)
.
Aqua #00FFFF rgb(0, 255, 254)
.
Aquamarine #7FFFD4 rgb(115, 255, 216)
.
Azure #F0FFFF rgb(239, 255, 255)
.
Beige #F5F5DC rgb(245, 245, 223)
.
Bisque #FFE4C4 rgb(255, 227, 200)
.
Black #000000 rgb(0, 0, 0)
.
Blanched Almond #FFEBCD rgb(255, 234, 208)
.
Blue #0000FF rgb(0, 0, 255)
.
Blue Violet #8A2BE2 rgb(138, 43, 226)
.
Brown #A52A2A rgb(165, 42, 42)
.
Burly Wood #DEB887 rgb(222, 184, 135)
.
Cadet Blue #5F9EA0 rgb(95, 158, 160)
.
Chartreuse #7FFF00 rgb(127, 255, 1)
.
Chocolate #D2691E rgb(210, 105, 30)
.
Coral #FF7F50 rgb(251, 127, 80)
.
Cornflower Blue #6495ED rgb(100, 149, 237)
.
Cornsilk #FFF8DC rgb(225, 248, 220)
.
Crimson #DC143C rgb(220, 20, 60)
.
Cyan #00FFFF rgb(62, 254, 255)
.
Dark Blue #00008B rgb(0, 0, 139)
.
Dark Cyan #008B8B rgb(29, 139, 139)
.
Dark Golden Rod #B8860B rgb(184, 134, 11)
.
Dark Gray #A9A9A9 rgb(169, 169, 169)
.
Dark Green #006400 rgb(19, 100, 0)
.
Dark Khaki #BDB76B rgb(189, 183, 107)
.
Dark Magenta #8B008B rgb(139, 0, 140)
.
Dark Olive Green #556B2F rgb(85, 107, 47)
.
Dark Orange #FF8C00 rgb(251, 140, 1)
.
Dark Orchid #9932CC rgb(153, 50, 204)
.
Dark Red #8B0000 rgb(139, 5, 0)
.
Dark Salmon #E9967A rgb(233, 150, 122)
.
Dark Sea Green #8FBC8F rgb(143, 188, 144)
.
Dark Slate Blue #483D8B rgb(72, 61, 139)
.
Dark Slate Gray #2F4F4F rgb(47, 79, 79)
.
Dark Turquoise #00CED1 rgb(48, 206, 209)
.
Dark Violet #9400D3 rgb(148, 0, 211)
.
Deep Pink #FF1493 rgb(249, 19, 147)
.
Deep Sky Blue #00BFFF rgb(43, 191, 254)
.
Dim Gray #696969 rgb(105, 105, 105)
.
Dodger Blue #1E90FF rgb(30, 144, 255)
.
Fire Brick #B22222 rgb(178, 34, 33)
.
Floral White #FFFAF0 rgb(255, 250, 240)
.
Forest Green #228B22 rgb(34, 139, 35)
.
Fuchsia #FF00FF rgb(249, 0, 255)
.
Gainsboro #DCDCDC rgb(220, 220, 220)
.
Ghost White #F8F8FF rgb(248, 248, 255)
.
Gold #FFD700 rgb(253, 215, 3)
.
Golden Rod #DAA520 rgb(218, 165, 32)
.
Gray #808080 rgb(128, 128, 128)
.
Green #008000 rgb(27, 128, 1)
.
Green Yellow #ADFF2F rgb(173, 255, 48)
.
Honey Dew #F0FFF0 rgb(240, 255, 240)
.
Hot Pink #FF69B4 rgb(240, 255, 240)
.
Indian Red #CD5C5C rgb(205, 92, 92)
.
Indigo #4B0082 rgb(75, 0, 130)
.
Ivory #FFFFF0 rgb(255, 255, 239)
.
Khaki #F0E68C rgb(240, 230, 140)
.
Lavender #E6E6FA rgb(230, 230, 250)
.
Lavender Blush #FFF0F5 rgb(254, 240, 245)
.
Lawn Green #7CFC00 rgb(124, 252, 2)
.
Lemon Chiffon #FFFACD rgb(255, 250, 205)
.
Light Blue #ADD8E6 rgb(173, 216, 230)
.
Light Coral #F08080 rgb(240, 128, 128)
.
Light Cyan #E0FFFF rgb(224, 255, 255)
.
Light Golden Rod Yellow #FAFAD2 rgb(250, 250, 210)
.
Light Gray #D3D3D3 rgb(211, 211, 211)
.
Light Green #90EE90 rgb(144, 238, 144)
.
Light Pink #FFB6C1 rgb(252, 182, 193)
.
Light Salmon #FFA07A rgb(251, 160, 122)
.
Light Sea Green #20B2AA rgb(40, 178, 170)
.
Light Sky Blue #87CEFA rgb(135, 206, 250)
.
Light Slate Gray #778899 rgb(119, 136, 153)
.
Light Steel Blue #B0C4DE rgb(176, 196, 222)
.
Light Yellow #FFFFE0 rgb(255, 255, 224)
.
Lime #00FF00 rgb(63, 255, 0)
.
Lime Green #32CD32 rgb(50, 205, 50)
.
Linen #FAF0E6 rgb(250, 240, 230)
.
Magenta #FF00FF rgb(249, 0, 255)
.
Maroon #800000 rgb(128, 4, 0)
.
Medium Aqua Marine #66CDAA rgb(102, 205, 170)
.
Medium Blue #0000CD rgb(0, 0, 205)
.
Medium Orchid #BA55D3 rgb(186, 85, 211)
.
Medium Purple #9370DB rgb(147, 112, 219)
.
Medium Sea Green #3CB371 rgb(60, 179, 113)
.
Medium Slate Blue #7B68EE rgb(123, 103, 238)
.
Medium Spring Green #00FA9A rgb(62, 250, 153)
.
Medium Turquoise #48D1CC rgb(72, 209, 204)
.
Medium Violet Red #C71585 rgb(199, 21, 133)
.
Midnight Blue #191970 rgb(25, 25, 112)
.
Mint Cream #F5FFFA rgb(245, 255, 250)
.
Misty Rose #FFE4E1 rgb(254, 228, 225)
.
Moccasin #FFE4B5 rgb(254, 228, 181)
.
Navajo White #FFDEAD rgb(254, 222, 173)
.
Navy #000080 rgb(0, 0, 128)
.
Old Lace #FDF5E6 rgb(253, 245, 230)
.
Olive #808000 rgb(128, 128, 1)
.
Olive Drab #6B8E23 rgb(107, 142, 35)
.
Orange #FFA500 rgb(252, 165, 3)
.
Orange Red #FF4500 rgb(250, 69, 1)
.
Orchid #DA70D6 rgb(218, 112, 214)
.
Pale Golden Rod #EEE8AA rgb(238, 232, 170)
.
Pale Green #98FB98 rgb(152, 251, 153)
.
Pale Turquoise #AFEEEE rgb(175, 238, 239)
.
Pale Violet Red #DB7093 rgb(219, 112, 147)
.
Papaya Whip #FFEFD5 rgb(254, 239, 213)
.
Peach Puff #FFDAB9 rgb(253, 218, 185)
.
Peru #CD853F rgb(205, 133, 63)
.
Pink #FFC0CB rgb(252, 192, 203)
.
Plum #DDA0DD rgb(221, 160, 221)
.
Powder Blue #B0E0E6 rgb(176, 224, 230)
.
Purple #800080 rgb(128, 0, 128)
.
Rebecca Purple #663399 rgb(102, 51, 153)
.
Red #FF0000 rgb(255, 0, 0)
.
Rosy Brown #BC8F8F rgb(188, 143, 142)
.
Royal Blue #4169E1 rgb(65, 105, 225)
.
Saddle Brown #8B4513 rgb(139, 69, 19)
.
Salmon #FA8072 rgb(250, 128, 114)
.
Sandy Brown #F4A460 rgb(244, 164, 95)
.
Sea Green #2E8B57 rgb(46, 139, 87)
.
Sea Shell #FFF5EE rgb(255, 245, 238)
.
Sienna #A0522D rgb(160, 82, 45)
.
Silver #C0C0C0 rgb(192, 192, 192)
.
Sky Blue #87CEEB rgb(135, 206, 235)
.
Slate Blue #6A5ACD rgb(106, 90, 205)
.
Slate Gray #708090 rgb(112, 128, 145)
.
Snow #FFFAFA rgb(255, 250, 250)
.
Spring Green #00FF7F rgb(63, 255, 128)
.
Steel Blue #4682B4 rgb(70, 130, 180)
.
Tan #D2B48C rgb(210, 180, 140)
.
Teal #008080 rgb(26, 128, 127)
.
Thistle #D8BFD8 rgb(216, 191, 216)
.
Tomato #FF6347 rgb(250, 99, 71)
.
Turquoise #40E0D0 rgb(64, 224, 208)
.
Violet #EE82EE rgb(238, 130, 238)
.
Wheat #F5DEB3 rgb(245, 222, 179)
.
White #FFFFFF rgb(255, 255, 255)
.
White Smoke #F5F5F5 rgb(245, 245, 245)
.
Yellow #FFFF00 rgb(255, 255, 0)
.
Yellow Green #9ACD32 rgb(154, 205, 49)

Anda dapat melihat perbedaan mengenai hexadecimal dan RGB.

Color HTML / CSS
Color Name
Hex Code
#RRGGBB
Decimal Code
(R,G,B)
lightsalmon #FFA07A rgb(255,160,122)
salmon #FA8072 rgb(250,128,114)
darksalmon #E9967A rgb(233,150,122)
lightcoral #F08080 rgb(240,128,128)
indianred #CD5C5C rgb(205,92,92)
crimson #DC143C rgb(220,20,60)
firebrick #B22222 rgb(178,34,34)
red #FF0000 rgb(255,0,0)
darkred #8B0000 rgb(139,0,0)

Selain menggunakan kode warna, Anda juga dapat menggunakan generator untuk menentukan kode warna apa saja yang bisa digunakan. Anda dapat menggunakan generator warna yang disediakan oleh beberapa website di bawah ini.

  • W3School HTML Color Picker
    Situs ini dapat Anda gunakan untuk memilih warna berdasarkan warna dasar. Anda dapat memilih tingkat saturasi dan melihat langsung (preview) hasilnya. Selain itu, terdapat juga pilihan untuk memasukkan warna berdasarkan kode dan juga memunculkan jendela HTML 5 untuk pemilihan warna.
  • Colors & Skillshare
    Colors merupakan situs yang digunakan sebagai alat schema generator. Jika Anda seorang desainer, situs ini dapat memberikan saran schema yang sesuai dengan kebutuhan dan juga tersedia kode hexadecimal yang bisa digunakan ke dalam website.
  • HTML Color Code
    HTML Color Code merupakan situs web sederhana yang menyediakan tampilan pemilihan warna. Anda tinggal mengarahkan kursor ke dalam tabel warna atau menggeser slider untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan kode warna dalam bentuk hexadecimal.

Cara Menggunakan Kode Warna HTML & CSS

Kode warna dapat Anda gunakan hampir di semua bagian, seperti karakter, background, dan border.

Berikut beberapa cara menggunakan kode warna HTML dan CSS:

  • Cara Menggunakan Kode Warna HTML di Karakter

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<p><font size=”3″ color=”#ff0000″>Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS</font></p>
<p><font size=”2″ color=”#00ff00″>Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS</font></p>
<p><font face=”verdana” color=”#0000ff”>Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS</font></p>
<p><strong>Catatan:</strong> Elemen font hanya mendukung pada HTML 5. Gunakan CSS sebagai ganti</p>
</body>
</html>

Skrip di atas akan menghasilkan tampilan seperti di bawah ini:

Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS

Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS

Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS

Catatan: Elemen font hanya mendukung pada HTML 5. Gunakan CSS sebagai ganti

  • Cara Menggunakan Kode Warna HTML di Background

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
#p1 {background-color:#ff0000;}
#p2 {background-color:#00ff00;}
#p3 {background-color:#0000ff;}
#p4 {background-color:#ffff00;}
#p5 {background-color:#ff00ff;}
</style>
</head>
<body>
<p>HEX colors:</p>
<p id=”p1″>Red</p>
<p id=”p2″>Green</p>
<p id=”p3″>Blue</p>
<p id=”p4″>Yellow</p>
<p id=”p5″>Cerise</p>
</body>
</html>

Kode di atas menghasilkan tampilan seperti ini:

HEX colors:

Red

Green

Blue

Yellow

Cerise

  • Cara Menggunakan Kode Warna HTML di Border
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
h1 {
border-style: solid;
border-color: #92a8d1;
}
div {
border-style: solid;
border-color: #92a8d1;
}
</style>
</head>
<body>
<h1>Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS</h1>
<div>Nilai dari border-color dapat diatur menggunakan angka kode hexadecimal.</div>
<p><strong>Catatan:</strong> border-color tidak dapat bekerja jika digunakan sendiri. Gunakan properti border-style terlebih dahulu untuk mengatur border.      </p>
</body>
</html>

Skrip di atas akan menampilkan tampilan seperti di bawah ini:

Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS

Nilai dari border-color dapat diatur menggunakan angka kode hexadecimal.

Catatan: border-color tidak dapat bekerja jika digunakan sendiri. Gunakan properti border-style terlebih dahulu untuk mengatur border.

Kesimpulan

Membuat dropdown menu menggunakan HTML dan CSS cukup sederhana. Anda dapat melakukannya menggunakan cara di atas dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan tampilan yang Anda kehendaki. Dan juga, Penting untuk mengetahui daftar kode warna pada HTML dan CSS, Penggunaan kode warna hampir digunakan di berbagai bagian di pengembangan website.

Penjelasan Captcha dan Cara Memasang Captcha Google di WordPress

Captcha merupakan fitur keamanan untuk memvalidasi pengguna sistem adalah manusia, bukan robot. Selain membedakan antara user manusia atau robot, fitur ini juga berguna untuk menangani spam yang sering berasal dari penggunaan robot atau user yang sengaja mengirimkan spam ke website.

Kalian yang sering berinternet pasti sudah register dalam website tertentu dan juga berkomentar dan akan melihat sekumpulan karakter inputan. Dalam berkomentar atau registrasi pasti akan menemui bentuk CAPTCHA, baik sadar maupun tak sadar. Saat melakukan pendaftaran  pada salah satu form registrasi yang salah satu syaratnya mengharuskan kita menuliskan karakter atau tulisan dalam gambar aneh yang ada dalam gambar. Gambar itulah yang merupakan salah satu jenis captcha.

captcha adalah suatu bentuk uji tantangan-tanggapan (challange-response test) yang digunakan dalam perkomputeran untuk memastikan bahwa yang mengisi form yang bersangkutan adalah human (manusia) sehingga akan sangat meminimalisasi terjadinya proses spamming. Para spammer memilki ‘mesin‘ untuk untuk melancarkan aksinya untuk merusak apa saja yang mereka inginkan. Ulah para spammer ini akan lebih terasa bagi Anda yang memiliki blog tapi tanpa software atau tools antispam. Anda akan lihat banyak sekali comments yang isinya gak jelas (iklan atau untaian huruf tanpa makna). Bagi Anda yang ingin melihat contoh spam bisa mengunjungi blog orang yang mendaftar di blogsome.

Fungsi Captcha

 Website yang tidak menerapkan sistem keamanan, selain dengan mudah menerima spam komentar juga dapat menerima spam login. Tentu saja hal tersebut cukup mengganggu. Parahnya, website bisa saja dibobol dengan mudah.

Sistem verifikasi seperti captcha sampai saat ini masih bisa dipakai untuk mengantisipasi serangan ‘robot’. Misalnya menghentikan langkah ‘robot’ yang mengirimkan spam login ke website. Selain itu, penggunaan captcha akan membantu menyaring user yang benar-benar ingin berinteraksi dengan Anda lewat website, melalui kolom komentar atau form pengiriman email.

beberapa layanan penyedia captcha juga menyediakan laporan analitik bagi pemilik website atau blog. Penggunaan fitur tersebut dapat Anda manfaatkan untuk mengukur kinerja website dan meningkatkan performanya sesuai dengan hasil laporan yang ada.

reCaptcha Google

Ada beberapa layanan captcha yang tersedia di internet. Nah, salah satu penyedia fitur captcha adalah Google, yaitu Google reCaptcha.

Google reCaptcha menggunakan teknologi analisis resiko yang canggih dan ‘tantangan adaptif’ untuk menjaga website Anda dari aktivitas yang berasal dari mesin ‘robot’. Teknologi captcha dari Google dianggap sangat sulit untuk ditembus oleh robot, tetapi sangat mudah digunakan oleh manusia.

Keunggulan Google reCaptcha selain mempunyai fitur analisis yang canggih juga mempunyai dataset yang cukup banyak, serta dokumentasi yang jelas. Google reCaptcha tidak hanya menggunakan text untuk proses verifikasi, tetapi juga gambar dan checkbox.

Tipe Captcha Google

– reCaptcha v2

Tipe ini akan menampilkan checkbox “I’m not a robot” pada form yang ditambahkan captcha untuk memastikan user bukan robot. Opsi ini akan mengizinkan user mengakses form tanpa menggunakan captcha atau memvalidasinya kembali untuk memastikan bahwa user bukan robot.

Pilihan ini merupakan opsi yang paling simpel karena hanya membutuhkan dua baris HTML untuk membuat checkbox.

– reCaptcha v3

reCaptcha v3 dapat menentukan kapan user harus mengisi captcha. Jadi opsi ini tidak akan selalu memunculkan captcha ketika form diakses.

reCaptcha v3 menggunakan JavaScript yang dapat menilai koneksi yang sedang berlangsung dan mengambil tindakan yang akan diambil: menampilkan captcha atau tidak.

Cara Memasang Google Captcha di WordPress

Cara memasang Google reCaptcha ke website terdiri dari dua bagian utama. Pertama, mendaftarkan domain untuk mendapatkan site key dan secret key. Kedua, menambahkan site key dan secret key ke dalam website.

Ada dua syarat sebelum Anda mencoba menerapkan panduan ini, yaitu mempunyai akun Gmail dan website yang sudah aktif.

1. Daftarkan Domain dan Pilih Tipe reCaptcha

Cara memasang Google reCaptcha yang pertama adalah mendaftarkan domain Anda terlebih dahulu. Anda hanya perlu mengakses halaman reCaptcha dan mengisi beberapa informasi yang diperlukan.

Langkah 1. Buka Google

Login terlebih dahulu ke akun Google atau Gmail.

Langkah 2. Buka Google reCaptcha

Akses website GooglereCapta. Kemudian klik “Admin console”.

cara membuat captcha google contoh

Langkah 3. Daftarkan Domain Baru ke Google reCaptcha

Anda akan melihat tampilan ‘Register a new site’ untuk mendaftarkan alamat website ke dalam Google reCaptcha. Isi beberapa form yang tersedia.

Cara Memasang Captcha Google di WordPress langkah

Di bagian ‘Label’, isi dengan nama captcha. Anda bisa mengisi dengan nama domain atau dengan nama yang lain (bebas). Pada contoh ini saya menggunakan nama domain.

Langkah 4. Pilih Tipe Captcha

Anda bisa memilih salah satu versi captcha sesuai dengan kebutuhan seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya di poin Tipe Captcha Google.

Langkah 5. Isi Informasi Domain dan Owner

Di bagian ‘Domain’, masukkan domain website yang Anda pakai dan ‘Owners’ dengan alamat email yang ingin Anda gunakan sebagai identitas. Setelah selesai, klik “Submit”.

Langkah 4. Salin site key dan secret key.

Di halaman selanjutnya, Anda akan mendapatkan dua kunci: site key dan secret key. Salin kedua ini untuk menambahkannya ke dalam website.

Cara Memasang Captcha Google di WordPress title

Sampai di sini Anda sudah berhasil untuk mendaftarkan domain ke dalam Google reCaptcha. Di bagian bawah terdapat dua menu: ‘Go to Setting’ untuk menuju ke halaman pengaturan reCaptcha, sedangkan ‘Go to Settings’ untuk melihat statistik captcha Anda.

2. Integrasi reCaptcha dan Website WordPress

Ada dua cara untuk menambahkan site key dan secret key, yaitu secara manual dan menggunakan plugin. Jika Anda menggunakan website non-WordPress, tidak ada pilihan lain selain menambahkan script captcha secara manual ke dalam website.

Supaya lebih mudah, pada bagian ini saya akan menggunakan plugin untuk menambahkan kedua kunci tersebut ke dalam website WordPress. Plugin yang akan saya gunakan adalah Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3).

Kelebihan plugin ‘Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3)’ adalah adanya opsi untuk memilih versi captcha dan bagian form yang ingin ditambahkan captcha di dalamnya. Jadi Anda tidak perlu menambahkan satu persatu baris kode ke setiap file.

Langkah 1. Buka Admin Area WordPress

Login ke dashboard WordPress.

Langkah 2. Install Plugin Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3)

Di bagian dashboard, scroll ke bawah kemudian klik “Plugin » Add New”.

Cari plugin ‘Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3)’. Kemudian klik “Install Now”.

Setelah selesai klik “Active” untuk mengaktifkan plugin.

Cara Memasang Captcha Google di WordPress plugin

Langkah 3. Masukkan site key dan secret key ke Plugin

Pengaturan plugin dapat Anda akses melalui “Settings » Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3)”. Kemudian masukkan site key dan secret key ke dalam form di yang sudah tersedia.

Langkah 4. Pilih Versi Captcha

Ada tiga pilihan versi captcha, yaitu “I am not a robot”, invisible, dan V3. Sesuaikan opsi ini dengan site key dan secret key yang Anda dapatkan dari dashboard Google reCaptcha.

cara membuat captcha google version

Langkah 5. Pilih Form yang Akan Ditambahkan Captcha.

Plugin ini menyediakan beberapa pilihan form. Anda hanya tinggal memberikan checkbox untuk menambahkan captcha di masing-masing form.

Misalnya, Anda ingin menambahkan captcha ke dalam form login, tinggal berikan checkbox di bagian ‘Login Form’.

cara membuat captcha google form

Langkah 6. Atur Tampilan Captcha

Anda pun bisa mengatur tampilan captcha, seperti pesan yang dimunculkan jika terjadi kesalahan pengisian, tema, dan ukurannya.

Failed login Captcha berguna untuk menentukan kapan captcha akan dimunculkan. Nilai ‘0’ berarti selalu menampilkan captcha ketika form diakses.

Cara Membuat captcha google setting

Setelah selesai, klik “Save” untuk menyimpan pengaturan yang sudah dilakukan.

Langkah 7. Cek Tampilan Captcha

Anda dapat mengecek tampilan captcha dengan mengakses halaman login WordPress. Tampilan akhirnya kurang lebih seperti gambar di bawah ini.

Cara membuat captcha google login

Kesimpulan

Google reCaptcha merupakan fitur verifikasi yang cukup banyak digunakan saat ini. Anda bisa menemui verifikasi seperti ini di beberapa halaman website; komentar, form login, form pendaftaran, dan masih banyak lagi. Anda pun bisa menambahkannya dengan mudah ke dalam website. Cukup daftarkan domain Anda ke dalam Google reCaptcha untuk mendapatkan site key dan secret key. Kemudian install plugin Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3) untuk menambahkan kedua kunci tersebut di WordPress.

Bagi Anda yang menggunakan website non-WordPress, untuk menambahkan site keymaupun secret key membutuhkan cara yang agak panjang karena Anda harus menambahkannya secara manual.

Demikian panduan cara memasang captcha Google di WordPress. Semoga bermanfaat.

Apache

Apache merupakan salah satu jenis dari banyaknya web server. Pada dasarnya, ketika pengguna internet mencari sesuatu hal melalui browser yang terdapat dalam perangkatnya, maka web browser dengan cepat membaca dan menampilkan informasi yang dibutuhkan penggunanya. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya web server. Awalnya, permintaan pengguna dalam browser tersebut diterima langsung oleh web server. Web server akan mengolah permintaan tersebut dengan cara mencari melalui database website tersebut. Kemudian, web server mengirim hasil dari prosesnya ke web browser pengguna secara transparan. Dengan begitu, setiap pengguna dapat dengan mudah menemukan segala sesuatu yang mereka butuhkan.

Pengertian Apache

Apache adalah sebuah perangkat lunak web server yang menghubungkan antara server dengan user (browser), yang dapat dijalankan di berbagai sistem operasi, seperti Microsoft Windows, Linux, Unix, Novell Netware serta platform lainnya yang digunakan untuk melayani dan melakukan pengaturan fasilitas web menggunakan sebuah protokol yang dikenal dengan HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

Jika Anda mengakses sebuah website melalui URL di browser kemudian muncul tampilan website, bisa jadi itu merupakan hasil kerja dari Apache. Nama Apache sendiri dipilih sebagai penghormatan terhadap suku Indian Apache yang menggunakan keterampilan dan strategis yang luar biasa dalam peperangan.

Pada awal kemunculannya, Apache dikembangkan supaya dapat menjadi sebuah perangkat lunak web server open-source (terbuka) yang hanya digunakan sebagai alternatif web server Netscape, dan dapat dikembangkan dan dikelola oleh modern sistem operasi, seperti Unix dan Windows. Tujuan lain dari pengembangan Apache adalah menyediakan web server yang aman, efisien, dan dapat dikembangkan dengan mudah.

Jika melihat kondisi sekarang, saat ini juga banyak penyedia layanan panel kontrol (khususnya cPanel) menggunakan Apache sebagai web server. Sama halnya dengan berbagai macam web server saat ini, Apache menjadi salah satu penggerak utama supaya website dapat terhubung dengan pengunjung (user).

Fungsi Apache

Apache memiliki fungsi yang sama dengan fungsi web server pada umumnya, yaitu memperoleh berkas yang berisi permintaan (request) client melalui web browser, kemudian Apache akan memproses data tersebut dengan menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan oleh client. Output didapat berdasarkan data yang tersimpan dalam database website tersebut.

Saat ini, Apache telah banyak digunakan diberbagai server dunia. Server Apache memungkinkan client untuk menjalankan berbagai skrip dan aplikasi didalamnya. Dengan begitu, setiap web yang dihosting ke server Apache menjadi dinamis, konten didukung oleh standar HTTP saat ini. Selain itu, Apache juga dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, seperti adanya pesan kesalahan yang dapat dikonfigurasi, autentikasi pengguna, didukung oleh GUI (Graphical User Interface) sehingga dengan mudah dalam menangani server.

Cara Kerja Apache Web Server

Cara kerja Apache sama seperti cara kerja perangkat lunak web server pada umumnya. Dasar dari peran web server adalah untuk menerima request dari user (contohnya ‘web browser’) dan mengirimkan respon dari request yang diterima (komponen dari halaman website yang diakses oleh user).

Apache Web Server mempunyai beberapa modul yang dapat menambah fungsionalitasnya, seperti MPM yang menangani berbagai macam mode multi-processing. Atau, mod_ssl yang dapat memungkinkan dukungan koneksi SSL dan TLS.

Beberapa fitur lain yang ditawarkan oleh Apache, seperti .htaccess, SSL, HTTP/2, Lua, PHP, Perl, IPv6, FTP, Bandwidth throttling, WebDAV, Load balancing, dan lain sebagainya.

Kelebihan dan Kekurangan Apache

Meskipun merupakan web server yang menarik untuk Anda coba, Apache tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Apache

  • Apache merupakan jenis web server yang bersifat open source. Maksudnya adalah kode program yang tersedia dalam server tersebut dapat dimodifikasi dan diperbarui sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan begitu, para pengembang dari seluruh penjuru dunia dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan dari server Apache.
  • Pada umumnya, setiap software yang bersifat open source, maka kode program dapat diperoleh dengan mudah dan bebas. Dengan begitu, Anda dapat mengunduh modul Apache di perangkat Anda tanpa harus memikirkan biaya lisensi.
  • Walaupun menggunakan Apache tidak mengeluarkan biaya apapun bukan berarti Apache tidak dapat bersaing dengan jenis web server lainnya. Justru Apache menjadi web server yang dilengkapi dengan berbagai fitur yang lebih handal dibanding dengan jenis lainnya.
  • Apache menjadi salah satu web server yang dapat digunakan di berbagai sistem operasi, seperti Linux, Unix, Windows NT, MacOS, Microsoft Windows, Unix dan sistem lainnya. Dengan begitu, Anda dapat memodifikasi atau menambah server Apache sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sistem operasi Anda. Apache juga didukung oleh beberapa bahasa pemrograman, seperti PHP, Perl, Python dan lainnya. Selain itu, Apache dilengkapi dengan SSL (Secure Socket Layer) dan TLS (Transport Layer Security) untuk meningkatkan keamanan situs web.
  • Ketika sebuah bug baru ditemukan, maka para pengembang yang tergabung dalam komunitas pengguna dapat memperbaiki dan membagi solusi tersebut secara gratis di forum atau situs web sosial media.
  • Dengan menggunakan Apache web server ini, Anda dapat menjadikan Apache sebagai virtual host di server. Maksudnya, Apache dapat menggunakan alamat IP yang sama untuk menghasilkan host yang berbeda. Lebih singkatnya, Anda dapat menjalankan beberapa situs web menggunakan sebuah server.

Kekurangan Apache

Seperti yang diketahui bahwa Apache bersifat open source, yang memungkinkan setiap pengguna untuk melakukan modifikasi atau perubahan terhadap server tersebut. Hal itu menyebabkan ancaman yang serius terhadap keamanan jika tidak langsung ditangani dengan tepat. Jadi, walaupun Apache memiliki banyak Kelebihan juga terdapat kekurangan didalamnya, diantaranya sebagai berikut :

  • Dengan kemampuan Apache yang membiarkan Anda memilih dan menonaktifkan layanan yang Anda butuhkan, itu dapat menyebabkan ancaman yang serius jika tidak ditangani.
  • Jika terjadi proses bug, tidak ada kebijakan khusus untuk mengatasinya. Anda hanya dapat menanyakan solusi di forum komunitas pengguna. Jika masalah yang Anda hadapi sama dengan masalah yang dihadapi pengguna lain, kemungkinan Anda dapat menemukan solusi dari masalah tersebut.

Apache Vs Nginx

Keunggulan dari web server ini adalah kemampuannya untuk menangani ratusan bahkan ribuan koneksi dalam waktu yang bersamaan tanpa mengganggu proses lain. Sampai dengan saat ini, Nginx menjadi salah satu web server yang juga cukup disukai oleh banyak user.

Adapun beberapa perbandingan antara Apache Vs Nginx, antara lain:

1. Nginx Lebih Tangguh Menangani Trafik Tinggi

Apache menggunakan thread untuk menangani berbagai macam proses yang masuk. Hal ini mengakibatkan website dengan trafik yang tinggi kemungkinan besar akan mengalami permasalahan pada performa. Berbeda dengan Nginx yang sudah mampu menjawab permasalahan itu dengan dapat menangani ribuan koneksi dalam waktu yang bersamaan.

2. Skalabilitas Nginx Lebih Baik

Jika Apache menggunakan beberapa thread untuk memproses koneksi yang masuk, Nginx hanya menggunakan satu (single thread). Nginx memakai arsitektur event-driven yang memproses seluruh permintaan (request) di dalam satu thread saja.

Jadi di dalam Nginx terdapat proses master yang nantinya berperan sebagai kepala yang menangani beberapa worker –proses lain yang menangani thread lain dan masih di dalam satu thread. Model event-driven yang dipakai Nginx mendistribusikan request dengan cara yang efisien yang akhirnya dapat menciptakan skalabilitas yang lebih baik.

3. Konfigurasi Apache Lebih Mudah

Jika dibandingkan dengan Nginx, Apache menawarkan beberapa kemudahan di dalam pengelolaan dan konfigurasi. Selain itu, Apache juga menyediakan berbagai macam modul tambahan. Maka dari itu, jika Anda merupakan pengguna yang masih awam tentunya akan lebih baik jika menggunakan Apache sebagai perangkat lunak web server.

Kesimpulan

Apache adalah web server yang populer. Hal ini bisa jadi karena Apache merupakan web server yang paling tua dibandingkan dengan web server lainnya. Selain itu, Apache mempunyai beberapa fitur lain yang ditawarkan oleh SSL, seperti .htaccess, HTTP/2, Lua, PHP, Perl, IPv6, FTP, Bandwidth throttling, WebDAV, Load balancing, dan lain sebagainya.

Sayangnya, jika dibandingkan dengan web server lain seperti Nginx, performa Apache tergolong di bawahnya. Kemampuan menangani ribuan koneksi dalam waktu bersamaan yang dimiliki oleh Nginx ternyata berhasil mengungguli Apache. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

CloudFlare

CloudFlare adalah sebuah CDN (Content Delivery Network) yang memiliki fitur lebih baik dari standar CDN yang ditawarkan. Ada banyak keuntungan dan juga beberapa kerugian dari CloudFlare. CloudFlare adalah sebuah CDN yang berada ditengah-tengah antara nama domain dan web hosting. CloudFlare menyediakan keamanan tambahan untuk serangan DDoS, selain juga merupakan sumber cache statis yang membuat website dapat dimuat lebih cepat.

CloudFlare adalah jaringan pengiriman konten yang bertindak sebagai proxy antara website dan visitor. Melayani cache konten statis dari lokasi terdekat (CloudFlare memiliki banyak server yang tersebar di beberapa negara), hal itu menjadikan loading sebuah website lebih cepat.

Sebagai gambaran sederhana, CloudFlare bertindak sebagai penghubung antara pengunjung dan server website. Tujuannya supaya website terhindar dari serangan berbahaya yang dilakukan oleh pengunjung website. Pengunjung website dibagi menjadi tiga jenis:

  1. Visitor. Di sini, visitor adalah pengunjung berupa manusia.
  2. Perayap dan robot. Perayap dan robot adalah pengunjung  berupa program yang bertujuan untuk memindai setiap halaman website, dan dapat menghabiskan banyak bandwidth server.
  3. Attackers. Attackers adalah pengunjung yang bertujuan untuk melakukan serangan pada website.

Dengan menggunakan layanan CloudFlare, website Anda dijamin aman dari berbagai serangan maupun aktivitas yang dapat merusak performa Anda.

Selain itu, CloudFlare melayani semua request ke website dan dapat menawarkan layanan yang lebih berguna jika dibandingkan dengan CDN tradisional. Berikut adalah beberapa fasilitas yang akan Anda dapatkan menggunakan CloudFlare.

  • Mitigasi serangan DDoS.
  • Analytics untuk semua request yang dibuat ke website.
  • Instalasi sertifikat SSL yang lebih mudah.
  • Network gateway antara protocol.

Fungsi CloudFlare

Ketika CloudFlare diaktifkan pada website Anda, nameserver akan secara otomatis mengikuti nameserver dari CloudFlare. Hal ini akan memungkinkan seluruh aktivitas ke dalam website akan tersaring dan dapat diakses lebih cepat karena semua lalu lintas melalui CloudFlare terlebih dahulu.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari CloudFlare.

  1. Mengarahkan visitor pada koneksi paling cerdas, CloudFlare akan mengarahkan visitor pada data center terdekat, sehingga website dapat diakses dua kali lebih cepat jika dibandingkan tanpa menggunakan CloudFlare.
  2. Mengawasi lalu lintas berbahaya pada website. CloudFlare akan menerima permintaan akses dan menganalisa apakah pengunjung tersebut berbahaya atau tidak. Hal ini dilihat dari IP, resource yang diakses, dan seberapa sering melakukan akses tersebut ke situs Anda. Apabila terlihat seperti sebuah ancaman, CloudFlare akan memblokirnya.
  3. Sebagai cache konten statis. CloudFlare berfungsi sebagai cache konten statis untuk website, misalnya gambar, JavaScript, CSS, dan lain-lain.

Berikut adalah alasan mengapa Anda perlu menggunakan CloudFlare:

  1. Meningkatkan kinerja website. CloudFlare memiliki server proxy tersebar di beberapa negara dan dapat mengarahkan pengunjung ke server terdekat. Hal inilah yang menjadikan kecepatan loading halaman website meningkat.
  2. Optimasi website pada perangkat mobile. Teknologi Rocket Loader dan AutoMinify menjadikan website Anda dapat diakses lebih cepat dan efisien melalui berbagai perangkat.
  3. Perlindungan dari bot dan ancaman. CloudFlare menggunakan data dari pengguna serta pihak ketiga untuk mengidentifikasi apakah lalu lintas ke website merupakan ancaman atau bukan, dan akan berusaha menghentikannya. Anda dapat melihat laporannya pada dashboard CloudFlare.
  4. Melindungi website dari komentar spam. CloudFlare menggunakan data dari pihak ketiga untuk menyaring komentar pada situs Anda.
  5. Memberikan peringatan pada pengunjung jika komputer terinfeksi virus. CloudFlare dapat memberikan peringatan kepada pengunjung apabila komputer mereka terinfeksi virus dan menyarankan untuk segera membersihkannya. Biasanya, agar dapat mengakses website Anda, pengunjung akan diminta memasukkan CAPTCHA.
  6. Browsing mode offline. Ketika hosting mengalami gangguan, pengunjung akan tetap dapat mengakses website karena halaman website sudah ada dalam cache CloudFlare.
  7. Mengurangi penggunaan resource server. Request pada server akan berkurang dan hal ini mempengaruhi beban server, misalnya penggunaan CPU pada hosting. Bahkan ketika ada lonjakan visitor, beban server akan tetap aman.
  8. Laporan visitor. CloudFlare dapat menampilkan visitor apakah itu robot search engine, ancaman, atau lalu lintas dari pengunjung manusia.

Keuntungan menggunakan CloudFlare

  • Menyembunyikan IP address asli dari web hosting sehingga hacker tidak dapat menyerang server.
  • Membuat cache situs sehingga sumber daya untuk memuat situs lebih cepat dan mengurangi beban server.
  • Memberikan perlindungan terhadap semua serangan DDoS dengan mengubah keamanan keamanan situs.
  • Jika situs down, CloudFlare akan terus melayani cached data sampai situs up kembali.
  • Jika registrar tidak memberikan pilihan untuk menambahkan DNS records, kita dapat menggunakan nameservers dari CloudFlare dan menambahkan host DNS records disana.
  • CloudFlare menawarkan layanan gratis dan memungkinkan kita untuk menambahkan beberapa domain sekaligus.
  • Kita dapat memblok akses situs dari daerah atau negara tertentu, jika menerima banyak serangan dari negara-negara tertentu.
  • Memberikan SSL gratis, yang dapat juga digunakan pada shared host.

Kerugian menggunakan CloudFlare

  • Karena CloudFlare bertindak sebagai man-in-the-middle, jika CloudFlare down, situs juga akan down, bahkan jika web hosting up.
  • CloudFlare memungkinkan kita untuk mengubah keamanan website menjadi “I am under attack” mode, yang memblok semua upaya serangan DDoS. Tapi juuga memblok semua robot, yang merupakan kerugian bagi sebagian orang.

mengaktifkan CLoudFlare pada shared hosting atau VPS

Kunjungi website cloudflare.com dan daftar disana, gratis. Tambahkan domain kita dan secara otomatis CloudFlare akan mendeteksi nameserver dan IP address dari host yang kita gunakan saat ini. Cukup pilih pengaturan keamanan dan cache yang diinginkan dan klik next. Setelah semua proses dilakukan, copynameserver yang diberikan CloudFlare dan masukkan ke registrar domain kita.

Cloudflare Pro

Cloudflare Pro adalah salah satu paket berbayar yang ditawarkan oleh Cloudflare. Selain paket Prop juga terdapat paket Business dan Enterprise. Tentu saja kelebihan yang ditawarkan berbeda-beda, apalagi dibandingkan dengan yang versi gratis.

Saat menggunakan versi gratis terdapat beberapa batasan yang harus Anda terima, seperti pengguna maksimal aturan yang diterapkan dan juga optimasi lainnya.

Meskipun menyediakan layanan pihak ketiga, harga yang ditawarkan pun terbilang cukup mahal. Misalnya pada paket Pro, Anda perlu membayar 20 dollar setiap bulannya untuk satu buah domain saja.

Namun, tidak perlu khawatir karena Cloudflare juga menyediakan layanan gratis dengan beberapa batasan tentunya.

Kesimpulan

Berdasarkan informasi di atas, bisa jadi Cloudflare menjadi salah satu solusi yang menarik untuk dicoba. Anda dapat membandingkan kinerja dari situs web sebelum dan setelah menggunakan layanan Cloudflare.

Setidaknya dengan beberapa penjelasan terkait dengan apa itu Cloudflare dan fungsi Cloudflare yang sudah dibahas dapat memberikan gambaran tentang manfaat dari Cloudflare. Selain itu juga dapat diterapkan di situs web Anda, sehingga dapat memenuhi faktor yang menjadi ukuran situs web yang baik. Ditambah fitur caching-nya pun menjadi nilai menarik yang dapat dipertimbangkan saat ingin menggunakannya.

Proses pemasangan Cloudflare cukup mudah dilakukan, begitu juga sebaliknya. Anda dapat mengikuti link panduan yang ada di sub judul cara setting Cloudflare di atas untuk proses lebih detailnya. CloudFlare adalah layanan yang powerful yang menyediakan tingkat keamanan dan redundansi yang sangat baik dan gratis.

Penjelasan Mengenai CDN

Content Delivery Network (CDN) salah satu kegunaannya adalah untuk mempercepat loading website. Fungsinya, untuk menjaga situs website tetap stabil dan aktif, meski ada masalah atau gangguan yang muncul, dan memastikan pengiriman konten statis (gambar, CSS, JavaScript, video, dan lain-lain) dari lokasi server terdekat ke pengguna yang mengakses website Anda. Hal tersebut dapat meningkatkan kecepatan respon suatu website ketika diakses.

Content Delivery Network ditujukan bagi sebuah website berskala besar dengan banyak konten. Meskipun demikian, sebenarnya semua website juga dapat menggunakan CDN untuk meningkatkan performa.

Pengertian CDN

Salah satu fungsi penting dari CDN adalah mempercepat loading website. Agar pengiriman konten statis seperti gambar, JavaScript, CSS, video, dan yang lainnya dari lokasi server terdekat ke pengguna pengakses website-mu bisa lancar. CDN juga dapat meningkatkan kecepatan respons suatu website ketika sedang diakses. Umumnya, website berskala besar dengan banyak konten-lah yang menggunakan CDN untuk meningkatkan kecepatannya.

CDN adalah sebuah kumpulan dari server global yang terletak di beberapa data center di berbagai negara. Jaringan global ini bertugas untuk mengirimkan konten dari server ke suatu website. CDN sangat berperan dalam percepatan pengiriman konten website di mana server dan vistor terpaut jarak lokasi yang jauh, meningkatkan kecepatan pengiriman data melalui jaringan server kepada visitor dari lokasi terdekat yang paling memungkinkan. Mungkin Anda berpikir jika Anda menggunakan hosting yang powerful, seperti VPS atau dedicated server, menggunakan CDN tidak memiliki efek yang cukup berarti. Tidak peduli seberapa besar resource server yang Anda miliki, lokasi dari sebuah server adalah salah satu faktor krusial untuk meningkatkan kecepatan sebuah website.

Katakanlah lokasi visitor berada di India, sedangkan server dari website Anda berada di US. Karena jarak antara lokasi visitor dan server, Dengan beda jarak yang jauh, tentu saja pengiriman konten akan berlangsung lama. Namun, dengan adanya server CDN berada di beberapa tempat (misalnya India, US, dan Singapura) proses pengiriman konten dapat lebih cepat.

Keuntungan & Manfaat Menggunakan CDN

  • Keuntungan CDN
  1. CDN adalah solusi tepat untuk website yang memiliki banyak visitor.
  2. CDN memastikan sebuah website dapat diakses secara global.
  3. CDN cukup efektif mengurangi penggunaan resource (misalnya disk space dan bandwidth).
  4. CDN meningkatkan kecepatan loading situs web, terutama jika lokasi visitor dekat dengan server CDN.
  5. CDN dapat meningkatkan peringkat yang lebih baik di mesin pencari.
  6. CDN mendukung semua tipe website dan hosting.
  •  Manfaat menggunakan CDN

CDN adalah solusi tepat untuk sebuah website besar dengan visitor global. Website seperti ini tentu saja tingkat aksesnya sudah mencapai level global. Jika kamu adalah pemilik website besar ini, dengan menempatkan CDN di beberapa server yang tersebar di dunia, maka hal tersebut bisa memungkinkan visitor-mu dari belahan penjuru negeri mengakses website tersebut. Hal ini akan baik untuk meningkatkan traffic website kamu.

CDN juga bisa meningkatkan kecepatan loading sebuah situs website jika lokasi visitor dekat dengan server CDN. Ini karena visitor tidak perlu melewati beberapa routing server di seluruh dunia, cukup dengan mengarahkannya ke server yang paling dekat dengannya.

Kemampuan CDN yang bisa meningkatkan loading situs website juga akan menaikkan peringkatnya ke deretan teratas mesin pencarian. Hal tersebut dikarenakan mesin pencari lebih percaya terhadap website yang memiliki kecepatan yang tinggi dan aman. Menggunakan CDN juga akan mencegah website kamu terhindar dari risiko down saat ada masalah atau hambatan yang muncul.

Cara kerja CDN

CDN adalah jaringan server yang terhubung bersama-sama dengan tujuan menyampaikan konten dengan murah, cepat, aman, dan andal, dengan menggunakan teknologi cache. Situs website yang menggunakan CDN akan menggunakan name server yang sudah disediakan oleh CDN. Pada kunjungan pertama, visitor melakukan permintaan akses ke sebuah situs website. CDN kemudian mengunduh static content seperti JavaScript, CSS, gambar ke server untuk kemudian dikirim ke visitor lewat browser.

Pada kunjungan kedua, visitor mengambil konten yang sudah di-cache-kan oleh CDN. Dengan begitu, hosting hanya tinggal melengkapi kontennya saja. Waktu pengiriman juga makin cepat karena pengambilan file dilakukan dari server yang paling dekat dengan visitor.

Cara Menggunakan CDN

Content Delivery Network (CDN) dapat kita temui di beberapa situs-situs yang menyediakan jasa CDN, seperti CloudFlare. Anda dapat membaca panduan di bawah ini.

Yang Anda Butuhkan

Sebelum memulai langkah tutorial, pastikan bahwa Anda memiliki akses ke pengaturan DNS domain yang Anda miliki.

Langkah 1: Analisa Website Terlebih Dahulu

Untuk memastikan apakah CDN bekerja dengan baik pada website, Anda dapat menggunakan sebuah tools untuk menganalisa website, misalnya Webpagetest.org. Berikut adalah hasil analisa sebelum menggunakan CDN pada website.

apa itu cdn dan bagaimana cara menggunakannya

Ada beberapa pilihan yang bisa Anda gunakan. Misalnya, menggunakan layanan CDN gratis yang disediakan CloudFlare, atau menggunakan CDN berbayar (informasi lebih jelas tentang CDN berbayar dapat Anda baca di Langkah 2).

Jika saat ini Anda mengelola website Anda termasuk situs yang belum besar dengan pengunjung sedang, menggunakan CDN berbayar bisa jadi bukan pilihan yang tepat, jadi menggunakan CDN gratis sudah cukup. Tapi, jika website yang Anda miliki memiliki trafik dan penggunaan resource server cukup tinggi, CDN berbayar adalah yang kami sarankan.

Langkah 2: Konfigurasi Content Delivery Network Anda

Opsi 1 – Menggunakan CDN CloudFlare Gratis

Untuk menggunakan CDN CloudFlare, Anda memerlukan akses ke domain panel website yang Anda miliki.

Setelah segala konfigurasi CloudFlare selesai, silahkan tunggu beberapa jam untuk mendapatkan perubahan secara penuh. Selanjutnya, domain Anda sepenuhnya akan menggunakan CDN dari CloudFlare.

Berikut ini daftar CDN gratis yang saat ini ada di dunia.

Salah satu penyedia CDN adalah CloudFlare. CloudFlare menawarkan layanan CDN secara gratis. Hal ini menarik, mengingat sebagian besar layanan CDN lain menawarkan paket berbayar. Fitur yang disediakan layanan ini meliputi DDoS Protection, SSL Certificate, hingga Web Application Firewall.

Ini adalah layanan reverse proxy dengan banyak fasilitas yang ditawarkan. Disamping CDN, fasilitas perlindungan terhadap DDOS, SSL gratis dan yang lainnya, CloudFlare juga melayani cache konten statis dari lokasi terdekat (CloudFlare memiliki banyak server yang tersebar di beberapa negara), hal itu menjadikan loading sebuah website lebih cepat.

CloudFlare mempunyai versi gratis yang bisa Anda gunakan dengan konfigurasi yang cukup sederhana dan mudah diterapkan. Tentu saja ada batasan pada versi gratis. Namun cukup untuk situs web yang trafiknya dari kecil hingga sedang.

Sama halnya dengan Cloudflare, Incapsula menawarkan reverse proxy dengan fasilitas CDN. Incapsula menggunakan proses cache dengan machine learning dan opsi panel kontrol, diimbangi dengan penyimpanan cepat dan alat optimasi untuk meningkatkan performa situs web dengan menurunkan pengeluaran untuk bandwidth.

Anda dapat mencoba menggunakan layanan ini selama 14 hari untuk paket Pro dan 7 hari untuk paket Bisnis. Setelah waktu itu Anda diharuskan membayar atau membatalkannya jika tidak ingin ditagih. Anda juga perlu memasukkan info pembayaran jika ingin mencoba uji coba gratis. Jadi Anda harus memastikan sudah membatalkan uji coba jika tidak ingin ditagih di kemudian hari.

Jetpack Photon sebenarnya bukan termasuk layanan yang benar-benar menerapkan teknologi CDN. Layanan ini ada di layanan WordPress yang digunakan untuk menerapkan teknologi CDN khusus untuk gambar saja. Caranya dengan menggunakan plugin Jetpack yang memang sudah menjadi plugin bawaan WordPress.

Dikarenakan Jetpack Photon hanya melakukan cache pada gambar saja maka tidak disarankan untuk situs web yang hanya memunculkan beberapa gambar. Namun untuk situs web yang mempunyai banyak gambar di dalamnya, Jetpack Photon menjadi salah satu solusi yang wajib untuk dicoba.

Opsi 2 – Menggunakan CDN berbayar

Jika Anda berencana menggunakan layanan CDN berbayar, berikut adalah beberapa layanan yang kami rekomendasikan.

MaxCDN adalah pilihan tepat jika website Anda menggunakan CMS (WordPress, Joomla, Drupal) dengan gambar cukup banyak. Seluruh fitur dan performansi MaxCDN sekarang sudah terintegrasi dengan StackPath dengan aman.

RackSpace dan CDN77 adalah layanan CDN berbayar yang cukup efisien untuk website berkonten video dan streaming. Melalui jargonnya “Transform The Way Yo Do Business” mereka menawarkan layanan yang membantu untuk mengembangkan bisnis sesuai dengan tujuannya.

jsDeliver adalah penyedia CDN untuk website yang memiliki banyak JavaScript. CDN ini dikembangkan dan sekarang dikelola oleh Prospect One. Tidak terlalu terkenal memang, tetapi menarik untuk dicoba.

Langkah 3: Tes Perubahan

Jika konfigurasi CDN sudah berhasil dilakukan, Anda dapat melakukan analisa pada website. Misalnya, Anda dapat kembali menggunakan WebPageTest guna mengecek apakah semuanya berjalan sesuai dengan yang Anda inginkan. Berikut adalah contoh hasil setelah melakukan konfigurasi pada website.

apa itu cdn dan bagaimana cara menggunakann (2)ya
Hasil pengecekan situs web.

Hasil tes di atas menunjukkan bahwa CDN sudah berhasil terkonfigurasi dengan baik pada website Anda.

Kesimpulan

CDN adalah salah satu bagian penting dari perkembangan internet. Terlebih saat ini perkembangan internet of things sangat pesat. Banyak perusahaan yang berusaha mengoptimalkan situs website-nya agar muncul di deretan teratas situs pencarian. Melakukan konfigurasi Content Delivery Network (CDN) pada sebuah website adalah salah satu cara mempercepat loading blog dan mengurangi penggunaan resource pada waktu waktu yang bersamaan. Anda telah mempelajari apa itu CDN dan bagaimana mendapatkan manfaat dari fitur yang disediakan CDN gratis.

Selain itu, mengaktifkan CDN tidak memerlukan kemampuan coding, sehingga ini adalah solusi tepat bagi pengguna website pemula maupun yang sudah berpengalaman. CDN dan contoh cara menggunakan CDN ini dapat membantu untuk mengembangkan sistem yang sedang Anda kembangkan. Jika ingin mencoba mengembangkan sistem menggunakan CDN, tentu saja Anda memerlukan hosting atau server untuk menempatkan sistem atau situs web.

Jika Anda sudah mempunyainya, maka dapat langsung mencoba untuk menerapkan CDN.

Oleh karena itu, semoga informasi tentang pengertian dan fungsi CDN ini bisa menambah pengetahuan dan semoga bermanfa’at. Jangan lupa juga gunakan indowebhost.co.id agar website kamu cepat, aman, dan dapat diandalkan.

Pengertian SEO

Search Engine Optimization atau SEO adalah upaya untuk mendapatkan ranking terbaik pada mesin pencari agar mendapatkan kunjungan pada website dengan memperhatikan faktor-faktor tertentu sesuai dengan Algoritma sebuah mesin pencari.

SEO sendiri dibagi menjadi 2, On Page SEO dan Off page SEO. SEO on page Adalah upaya mendapatkan ranking di mesin pencari dengan mengoptimalkan performa pada bagian/struktur halaman itu sendiri. SEO off page Pada tahap optimasi off page, optimasi dilakukan dari luar halaman yang akan mendukung eksistensi halaman utama, bisa berupa backlink, social share dan lainnya.

Internet merupakan dunia yang sangat luas. Konten informasi yang dibagikan bisa dibilang tak terhitung jumlahnya. Tanpa ada tool pencarian, rasanya tidak mungkin kita bisa menemukan informasi dengan mudah.

Inilah alasan utama para pengguna membutuhkan mesin pencari. Fungsi dasar SEO ada dua:  indeksasi dokumen di jaringan www dan menyediakan jawaban berdasarkan query.

Hasil pencarian yang muncul memang disesuaikan dengan query atau kata kunci yang dimasukkan. Jadi, pada prinsipnya, pengguna akan mendapatkan apa yang mereka cari di halaman hasil pencarian berdasarkan kata kunci ini.

Permasalahan yang kemudian muncul adalah kualitas informasi yang ditampilkan. Search engine memang menampilkan informasi atau dokumen dengan kata kunci yang diinginkan. Hal ini tidak diimbangi dengan tingkat relevansi serta kualitas informasi yang baik.

Mengapa SEO penting untuk website?

Sejak adanya mesin pencari seperti Google, hampir semua orang mencari informasi secara online melalui search engine. Dari data yang dipublikasikan oleh Google, website yang menempati peringkat pertama sampai ketiga mendapatkan total klik kumulatif sebesar lebih dari 50%. Peringkat pertama sendiri mendapatkan lebih dari 20%. Ini menunjukkan betapa pentingnya SEO untuk website anda, dengan bantuan SEO anda bisa mendapatkan ribuan hingga puluhan ribu pengunjung per hari.

Lebih dari itu, pengunjung dari mesin pencari merupakan orang-orang yang haus akan informasi dan ingin membeli produk. Kalau anda memiliki sebuah bisnis online, pengunjung dari mesin pencari akan memiliki tingkat konversi (conversion rate) terbesar.

SEO merupakan bagian dari inbound marketing yang merupakan teknik marketing modern di era digital. Pemasaran inbound, termasuk SEO merupakan metode marketing yang memakan biaya terkecil dibandingkan teknik pemasaran tradisional.

Isilah-istilah Mengenai SEO

Ada beberapa istilah yang harus dimengerti ketika membicarakan tentang SEO.

  • Backlink/ Inbound Link, link yang mengarah ke situs web Anda. Untuk tutorial cara mendapatkan backlink,
  • Outbound Link, link yang mengarah ke situs web lain dari situs web Anda.
  • Black Hat SEO, teknik SEO untuk menaikan peringkat yang sebenarnya dilarang.
  • White Hat SEO, teknik SEO pada umumnya.
  • PageRank (PR), algoritma pencarian pertama kali oleh Google. Sekarang digantikan oleh Google Panda, Penguin, dan algoritma-algoritma baru lainnya.

Konsep dasar SEO

Google (dan mesin pencari lain) adalah sebuah produk. Mereka ingin supaya orang lain puas menggunakan layanan mereka.

Pengguna menginginkan supaya website terbaik yang relevan dengan pencarian muncul di halaman pertama. Karena itulah mesin pencari selalu ingin menampilkan hasil terbaik untuk setiap kata kunci yang dimasukkan pengguna.

Jadi inti dari SEO adalah jadikan website anda yang terbaik untuk kata kunci yang anda inginkan.

Oke..jadi yang terbaik. Tapi dalam segi apa?

  1. Konten yang disajikan
  2. Struktur dan navigasi
  3. Kepuasan pengguna (User Experience/UX)
  4. Popularitas

Dalam seri panduan SEO ini kita akan mempelajari bagaimana anda bisa menjadi yang terbaik daripada saingan anda.

Apakah SEO bisa saya lakukan sendiri?

Ada banyak orang atau perusahaan yang menawarkan jasa SEO, tapi sesungguhnya SEO juga bisa anda lakukan sendiri tanpa menggunakan jasa.

Dengan adanya berbagai panduan SEO yang disediakan secara gratis di internet (termasuk panduan ini), anda bisa belajar otodidak dan mengaplikasikannya sendiri.

Anda bisa menghemat jutaan rupiah dengan melakukan optimasi sendiri.

Untuk website bersifat informasi yang strukturnya sederhana, anda kemungkinan besar tidak perlu menggunakan jasa SEO dan cukup mengandalkan panduan ini.

Tetapi kalau website anda punya struktur yang rumit misalkan toko online atau web-app, ada kemungkinan anda membutuhkan jasa SEO untuk menyederhanakan struktur agar ramah terhadap mesin pencari.

Apa saja yang harus saya pelajari?

Ada beberapa komponen utama dalam SEO, komponen-komponen ini yang akan menentukan seberapa baik website anda secara SEO. Komponen ini pula lah yang menentukan urutan rangking di hasil pencarian search engine.

Secara singkat, inilah yang perlu anda pelajari untuk menguasai SEO.

  1. Mengoptimasi halaman website
  2. Riset kata kunci (Keyword research)
  3. Menganalisa kompetisi
  4. Membuat konten yang teroptimasi
  5. Membangun popularitas, link, dan reputasi
  6. Melakukan audit terhadap performa SEO

Kelebihan dan Kekurangan SEO

Kelebihan SEO:

  • Mendatangkan pengunjung secara gratis. Semakin tinggi ranking website Anda pada mesin pencarian, semakin banyak jumlah pengunjung yang Anda dapatkan.
  • Memotong biaya iklan. Jika Anda berhasil memperbaiki ranking website Anda pada halaman pencarian secara otomatis keberadaan website Anda semakin mudah ditemukan yang sekaligus mengurangi anggaran untuk beriklan.
  • Mudah terkenal. Apabila website Anda berada pada peringkat yang bagus, orang akan mengingat alamat website dan datang kembali dengan mengetikkan URL website Anda tanpa melalui perantara mesin pencari.
  • Terdapat software/website pendukung utuk melakukan optimasi meliputi riset kata kunci, update ranking dan saran optimasi untuk menduduki peringkat pertama.

Kekurangan SEO:

  • Membutuhkan kesabaran dan waktu yang lama. Anda harus mengalami monitoring terhadap proses optimasi SEO dan perkembangannya secara berkala agar website Anda mencapai peringkat yang bagus dan mempertahankannya.
  • Peringkat website menurun. Jika terdapat website lain memiliki halaman dengan konten yang lebih relevan, lengkap dan menjawab kebutuhan pengguna mesin pencarian maka tidak menutup kemungkinan peringkat website Anda akan turun.
  • Banyak hal teknis/non-teknis yang harus Anda kuasai untuk mengetahui faktor apa yang dapat menyebabkan ranking website Anda mendapatkan ranking yang bagus atau sebaliknya.
  • Selalu update terhadap algoritma mesin pencari yang dapat berubah setiap saat agar website Anda tetap mengikuti aturan yang ada dan memiliki performa yang bagus.
  • Persaingan yang ketat. Jika website Anda menyediakan informasi penting atau digunakan untuk bisnis online, maka semakin berat untuk melakukan optimasi dikarenakan banyak website yang ingin mendudukan peringkat teratas dengan melakukan SEO.

Kesimpulan

Implementasi SEO bisa dibilang bukan hal baru yang Anda ketahui. Hampir setiap hari kita menggunakannya untuk mencari informasi melalui internet, seperti membuka Google dengan menggunakan kata kunci tertentu.

Pada intinya SEO berpusat pada menyediakan konten yang menarik, baik untuk pengunjung maupun mesin pencari.

Namun, terkadang pada saat menulis konten kedua syarat itu tidak bisa diimplementasikan secara maksimal. Konten yang bertujuan untuk keperluan SEO bisa jadi tidak terlalu nyaman dibaca oleh pengunjung alhasil user-experience  tidak terlalu diperhatikan.

 

Open chat