Mengenal Backend Developer

Mengenal Backend Developer

Bagi yang belum tahu, web development adalah istilah yang berhubungan dengan seluruh hal terkait web, mulai dari desain web, pengembangan konten web, web server, dan keamanan jaringan konfigurasi.

Ada tiga profesi yang bisa Anda pilih jika ingin menjadi seorang web developer, di antaranya adalah front-end developer, back-end developer, dan full-stack developer. Meski berbeda, tiga profesi tersebut adalah berakar dari hal yang sama. Nah, di sini kita akan membahas lebih jauh mengenai backend developer.

Pengertian Backend Developer

Back-end adalah bagian belakang layar dari sebuah website. Bahasa pemograman untuk back-end development diantaranya adalah PHP, Ruby, Python, dan banyak lainnya.

Pemrograman Backend adalah pemrograman yang berfungsi dalam mengolah data untuk dikirimkan ke depan atau di proses ke dalam database. Pemrograman ini tidak menghasilkan tampilan (user interface), namun menghasilkan objek atau teks yang dikirim melalui respon.

Hal yang Harus Dipelajari Untuk Menjadi Backend Developer

Pelajari Logika Dasar Pemrograman

Biasakan logika-logika sederhana yang ada di pemrograman. If else, Switch case, Looping dan Array adalah logika dasar pemrograman yang harus kamu pahami matang-matang. Karena dalam pembuatan backend development ini kebanyakan akan ketemu kasus seperti ini.

Pahami Algoritma

Banyak yang menganggap sepele Algoritma, padahal algoritma meupakan hal yang sangat penting dalam pemrograman. Dalam matematika dan ilmu komputer, algoritma adalah urutan atau langkah-langkah untuk penghitungan atau untuk menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan. Sehingga, algoritma pemrograman adalah urutan atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer.

Kenyataannya banyak backend developer yang kebingungan sama algoritma sebuah fungsi yang harus dia buat. Kasus disini adalah  backend dev tidak mampu menjelaskan alur fungsi yang harus dibuat.

Pelajari Database dan HTTP

Meskipun Anda bukan seorang database engineer, tapi Anda harus mengetahui :

  • Struktur database yang baik (normalisasi, penempatan kolom, penamaan kolom, pembuatan table yang baik)
  • Query yang memiliki performa baik, tapi jangan terlalu banyak menambahkan jumlah row pada table atau query anda akan overload
  • Index, primary key, foreign key, unique key itu harus hapal betul kolom mana yang cocok dijadikan index, kolom mana yang dijadikan PK.

Database adalah medium penyimpanan sebuah data. Di sini, segala data yang berhubungan dengan web akan tersimpan, mulai dari data dari web itu sendiri hingga apa yang dimasukkan oleh pengguna. Nah, untuk memasukkan data, maka pengguna akan menggunakan HTTP.

Pahami Application Programming Interface (API)

API adalah singkatan dari Application Programming Interface, dan memungkinkan developer untuk mengintegrasikan dua bagian dari aplikasi atau dengan aplikasi yang berbeda secara bersamaan. API terdiri dari berbagai elemen seperti function, protocols, dan tools lainnya yang memungkinkan developers untuk membuat aplikasi. Tujuan penggunaan API adalah untuk mempercepat proses development dengan menyediakan function secara terpisah sehingga developer tidak perlu membuat fitur yang serupa. Penerapan API akan sangaat terasa jika fitur yang diinginkan sudah sangat kompleks, tentu membutuhkan waktu untuk membuat yang serupa dengannya. Misalnya: integrasi dengan payment gateway. Terdapat berbagai jenis sistem API yang dapat digunakan, termasuk sistem operasi, library, dan web.

Bahasa Pemrograman Terbaik Untuk Backend Developer

1. PHP

PHP berada di posisi teratas karena popularitas dan penggunaannya yang luas. Tidak banyak programmer yang menyukai PHP, tetapi kamu mungkin harus berusaha menyukainya suatu hari nanti. Hampir semua pengguna web aktif telah menemukan semacam implementasi kode PHP, mengingat sekitar 75% situs web menggunakannya.

PHP telah jauh berkembang sejak pembuatannya pada tahun 1994. PHP sekarang digunakan pada banyak server dan dapat diintegrasikan dengan sejumlah besar framework dan template.

Bahasa ini juga kompatibel dengan framework populer termasuk Laravel , Symphony, dan CakePHP. Dengan asumsi pengetahuan sebelumnya dengan bahasa scripting, seorang pemula akan merasa sangat mudah untuk belajar PHP. Dengan komunitas developer yang besar, pemula memiliki banyak sumber daya untuk dipilih.

2. Python
Di bidang pengembangan web back-end, Python menjadi salah satu bahasa pemrograman yang diandalkan. Sebagian besar programmer back-end saat ini telah mengadopsi Python sebagai pengganti PHP. Mungkin fenomena ini sudah terjadi selama beberapa dekade, tetapi terus mendominasi dan lebih baik dari waktu ke waktu.

Python fleksibel dan dianggap sebagai gerbang untuk mempelajari bahasa pemrograman lain. Selain itu terdapat pula framework python yang benar-benar berguna untuk pengembangan back-end, yaitu Django. Framework ini kuat dan mampu melayani semua kebutuhan back-end.

3. Java
Sama seperti Python, Java telah berkembang pesat menjadi bahasa yang multifungsi. Java digunakan untuk pengembangan perangkat lunak, pengembangan android, dan tentunya pengembangan web. Banyak orang mungkin menyukai teknologi yang lebih baru seperti Node.js, namun kehadiran Java yang telah ada sejak lama membuatnya stabil dan lebih aman. Jika kamu ingin terjun ke pengembangan back-end dengan Java, framework Spring akan sangat membantumu.

4. Ruby
Ruby memiliki komunitas aktif dengan dokumentasi yang mengagumkan dan dependensi open-source yang mengesankan. Selain itu, kode Ruby ​​sederhana dan juga luas. Dengan memakai framework Ruby on Rails, developer dapat mengaktifkan dan menjalankan API RESTful dan melayani sumber daya CRUD dalam hitungan jam. Bukan hanya prototipenya saja, tetapi API juga berfungsi sebagai keamanan, tes unit, tes fungsional, dan basis data

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat