Archive

Perbedaan Front End Developer, Back End Developer, dan Full Stack Developer

Seiring kemajuan teknologi, web telah berkembang menjadi lebih kompleks. Ini membuat developer juga menjadi lebih terspesialisasi. Artinya, seorang developer tidak harus melakukan keseluruhan proses membangun web lagi, tetapi fokus pada bagian tertentu saja. Entah itu salah satu bahasa pemrograman, framework, atau bagian teknis lainnya. Berikut ini penjelasan lebih detail mengenai back-end developer, front-end developer, dan full-stack developer.

Front-End

Bagian front-end dari sebuah website adalah bagian yang langsung dilihat oleh user. User juga bisa langsung berinteraksi pada bagian ini. Bagian ini dibangun menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript.
HTML (HyperText Markup Languange) adalah tulang punggung dari web. Semua website yang kamu kunjungi dibuat menggunakan HTML. HTML menentukan struktur dan konten website. Versi terakhir dari HTML adalah HTML5.
CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa pemograman yang mengontrol tampilan HTML pada halaman website. CSS menentukan warna, font, gambar background, dan bahkan bagaimana tampilan keseluruhan website-mu. Versi terakhir dari CSS adalah CSS3, yang menambahkan fitur seperti interaktifitas dan animasi dasar.
Kamu bisa menciptakan sebuah website hanya dengan menggunakan HTML dan CSS, tetapi yang benar-benar akan membuat website kamu tampil menarik adalah JavaScript. Dengan JavaScript, kamu bisa melakukan banyak hal, seperti interaktifitas, animasi yang lebih kompleks, dan bahkan kamu juga bisa membuat fully feature web application.
Dulu (sekitar tahun 2012), kebanyakan browser tidak dapat menginterpretasikan JavaScript dengan baik sehingga menambahkan fungsi-fungsi kompleks JavaScript bukanlah ide yang bagus. Tetapi, saat ini browser sudah menjadi lebih canggih dan bisa menjalankan JavaScript dengan baik. Ini menjadikan JavaScript tidak hanya digunakan untuk bagian back-end lagi. JavaScript sendiri juga telah mengalami banyak kemajuan dengan bertambahnya framework-framework seperti Angulars, jQuery, dan Node.js. Singkatnya, apa yang didefinisikan dengan front-end telah banyak berubah dalam waktu yang singkat.
Front-end developer menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript untuk coding website. Mereka menciptakan design website dan kemudian membuat website tersebut dapat berfungsi.
Sebagian website hanya menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Tetapi sebagian lainnya juga ada menggunakan back-end programming language.

Back-End

Back-end adalah bagian belakang layar dari sebuah website. Bahasa pemograman untuk back-end development diantaranya adalah PHP, Ruby, Python, dan banyak lainnya.
Satu hal yang akan kamu temui: tidak akan banyak perusahaan yang mem-posting lowongan kerja dengan kalimat “back-end developer”. Yang akan lebih sering kamu temui adalah lowongan pekerjaan untuk “Ruby developer”, “PHP developer”, dll.
Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh JavaScript, namun dapat dilakukan oleh bahasa pemograman back-end. Kebanyakan sistem manajemen konten dibangun melalui back-end programming, contohnya pada aplikasi web yang kompleks. Belajar coding akan mengajarkan kamu menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah, dan terkadang back-end programming adalah bagian dari solusi tersebut.
Untuk membangun sebuah website yang berjalan dengan baik, back-end developer biasanya bekerjasama dengan front-end developer.

Full-Stack

Full-stack developer bekerja pada bagian front-end dan back-end. Mereka menguasai HTML, CSS, JavaScript, dan satu atau lebih bahasa pemograman back-end.
Perkembangan teknologi saat ini membuat perbedaan front-end dan back-end development menjadi semakin sedikit. Banyak hal yang sebelumnya hanya bisa dilakukan pada bagian back-end, dapat dilakukan juga melalui front-end. Ini membuat semakin banyaknya developer yang menguasai front-end dan back-end programming sekaligus. Pada saat ini, menjadi full-stack developer juga menambah nilai khusus kamu di mata perusahaan.
Tetapi, menjadi full-stack developer bukan berarti kamu harus mengerjakan keseluruhan kode baik front-end atau back-end sebuah website. Kebanyakan full stack developer tetap menghabiskan waktunya pada satu bagian programming saja. Namun, kelebihan dari full-stack developer adalah mereka bisa melakukan analisa masalah pada kedua bagian programming. Ada juga beberapa full-stack developer yang mengerjakan semuanya sendiri, biasanya ini terjadi jika mereka freelance atau satu-satunya developer yang berkerja pada sebuah project.
Bagian paling menarik dari web development adalah sifatnya yang terus berkembang. Apa yang dimaksud sebagai “front-end” atau “back-end” pada saat ini, bisa saja akan berubah secara drastis dalam beberapa tahun ke depan. Mempelajari keduanya akan membuat kamu lebih mempunyai nilai, gampang beradaptasi, dan berpandangan ke depan.

 

Sumber : Medium.com, Ekrut.com

Membuat Menu Dropdown CSS di WordPress Dengan Mudah

Menu di dalam website dapat disesuaikan dengan kreasi masing-masing. Fungsi menu digunakan untuk navigasi pengunjung agar dapat dengan mudah menjelajah website. Supaya lebih menarik, menu di website dapat Anda kreasi sendiri dengan membuat menu dropdown CSS.

Dropdown menu merupakan sebuah elemen kontrol grafis yang memunculkan daftar agar pengguna dapat memilih salah satu dari daftar menu yang ada. Saat tidak digunakan dropdown menu hanya akan menampilkan satu menu saja, tapi ketika pengguna mengarahkan fokus cursor pada menu tersebut, maka akan muncul beberapa daftar menu yang lainnya. Tampilan ini bisa ke bawah, menyebar, dan ke atas. Tim pengembang dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan. Namun kebanyakan dari pengembang memilih untuk menampilkan daftar menu ke bawah.

Langkah-langkah Membuat Menu Dropdown CSS di WordPress

Berikut beberapa langkah-langkah sederhana yang bisa Anda coba untuk membuat menu dropdown CSS dengan mudah :

  • Langkah 1 – Membuat File HTML

Langkah pertama, yang perlu adalah dengan membuat file html terlebih dahulu. Anda dapat menggunakan File Manager atau melakukan akses FTP dari perangkat desktop menggunakan FileZilla.

Akses halaman direktori root, kemudian masukkan file menu.html yang masih kosong atau buat file tersebut kemudian masukkan ke dalam folder.

  • Langkah 2 – Menambahkan Kode Menu HTML

Langkah kedua, membuat kode menu menggunakan HTML. Pada contoh yang akan kita pakai yaitu sebuah “main menu” dan 5 sub-elemen. Anda dapat menghubungkan beberapa sub-menu ini ke halaman yang lain dengan mengganti URL pada atribut “href”.

Pada pembuatan dropdown menu, ada beberapa class yang berbeda yang perlu Anda ketahui. Class ini digunakan untuk menerapkan rule CSS yang berbeda pada setiap class-nya. Anda akan melihat class seperti ‘mainmenu’ dan ‘dropdown-child’. Di bawah ini merupakan penggunaan class untuk membuat dropdown menu menggunakan CSS.

<div class=”dropdown”>
<button class=”mainmenubtn”>Main menu</button>
<div class=”dropdown-child”>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page1.html”>Child menu 1</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page2.html”>Child menu 2</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page3.html”>Child menu 3</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page4.html”>Child menu 4</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page5.html”>Child menu 5</a>
</div>
</div>

Hasil dari kode di atas adalah tampilan seperti ini:

cara membuat menu CSS dropdown
Tampilan Dropdown
  • Langkah 3 – Membuat CSS dan Efek Dropdown

Langkah ketiga, supaya lebih menarik maka perlu ditambahkan sentuhan CSS di dalamnya.

.mainmenubtn {
background-color: red;
color: white;
border: none;
cursor: pointer;
padding:20px;
margin-top:20px;
}.mainmenubtn:hover {
background-color: red;
}

.dropdown {
position: relative;
display: inline-block;
}
.dropdown-child {
display: none;
background-color: black;
min-width: 200px;
}
.dropdown-child a {
color: white;
padding: 20px;
text-decoration: none;
display: block;
}
.dropdown:hover .dropdown-child {
display: block;
}

Pada contoh skrip di atas, terlihat bahwa class .dropdown-child memiliki rule CSS display:none. Sedangkan pada saat pengunjung website mengarahkan kursor (hover) ke arah (.dropdown:hover) atau ke induk menu, rule CSS menjadi display:block. Nah, rule inilah yang nantinya digunakan sebagai fungsi pada dropdown menu.

Sehingga dari beberapa bari kode di atas, maka akan terbentuk file menu.hmtl dengan isi seperti di bawah ini.

<html>
<head>
<style>
.mainmenubtn {
background-color: red;
color: white;
border: none;
cursor: pointer;
padding:20px;
margin-top:20px;
}
.dropdown {
position: relative;
display: inline-block;
}
.dropdown-child {
display: none;
background-color: black;
min-width: 200px;
}
.dropdown-child a {
color: white;
padding: 20px;
text-decoration: none;
display: block;
}
.dropdown:hover .dropdown-child {
display: block;
}
</style>
</head>
<body>
<div class=”dropdown”>
<button class=”mainmenubtn”>Main menu</button>
<div class=”dropdown-child”>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page1.html”>Child menu 1</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page2.html”>Child menu 2</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page3.html”>Child menu 3</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page4.html”>Child menu 4</a>
<a href=”http://wwww.yourdonain.com/page5.html”>Child menu 5</a>
</div>
</div>
</body>
</html>

Pada contoh di atas, kita menggabungkan antara kode HTML dan CSS di dalam satu file yang sama. Proses pengembangan lebih lanjut, Anda dapat memisahkan baris kode CSS ke dalam file yang lain.

cara membuat menu CSS dropdown - 2
Tampilan Menu Dropdown CSS

Di samping ini adalah tampilan akhir dari penerapan file menu.html menggunakan CSS. Anda dapat mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Anda juga dapat menyesuaIkan tampilan dan warna dari menu.

Daftar Kode Warna HTML Lengkap

Di bawah ini tabel kode warna HTML & CSS yang dapat Anda gunakan untuk memperindah website.

itu sangat penting.

Nama Warna HEX RGB
.
Alice Blue #F0F8FF rgb(240, 248, 254)
.
Antique White #FAEBD7 rgb(251, 235, 217)
.
Aqua #00FFFF rgb(0, 255, 254)
.
Aquamarine #7FFFD4 rgb(115, 255, 216)
.
Azure #F0FFFF rgb(239, 255, 255)
.
Beige #F5F5DC rgb(245, 245, 223)
.
Bisque #FFE4C4 rgb(255, 227, 200)
.
Black #000000 rgb(0, 0, 0)
.
Blanched Almond #FFEBCD rgb(255, 234, 208)
.
Blue #0000FF rgb(0, 0, 255)
.
Blue Violet #8A2BE2 rgb(138, 43, 226)
.
Brown #A52A2A rgb(165, 42, 42)
.
Burly Wood #DEB887 rgb(222, 184, 135)
.
Cadet Blue #5F9EA0 rgb(95, 158, 160)
.
Chartreuse #7FFF00 rgb(127, 255, 1)
.
Chocolate #D2691E rgb(210, 105, 30)
.
Coral #FF7F50 rgb(251, 127, 80)
.
Cornflower Blue #6495ED rgb(100, 149, 237)
.
Cornsilk #FFF8DC rgb(225, 248, 220)
.
Crimson #DC143C rgb(220, 20, 60)
.
Cyan #00FFFF rgb(62, 254, 255)
.
Dark Blue #00008B rgb(0, 0, 139)
.
Dark Cyan #008B8B rgb(29, 139, 139)
.
Dark Golden Rod #B8860B rgb(184, 134, 11)
.
Dark Gray #A9A9A9 rgb(169, 169, 169)
.
Dark Green #006400 rgb(19, 100, 0)
.
Dark Khaki #BDB76B rgb(189, 183, 107)
.
Dark Magenta #8B008B rgb(139, 0, 140)
.
Dark Olive Green #556B2F rgb(85, 107, 47)
.
Dark Orange #FF8C00 rgb(251, 140, 1)
.
Dark Orchid #9932CC rgb(153, 50, 204)
.
Dark Red #8B0000 rgb(139, 5, 0)
.
Dark Salmon #E9967A rgb(233, 150, 122)
.
Dark Sea Green #8FBC8F rgb(143, 188, 144)
.
Dark Slate Blue #483D8B rgb(72, 61, 139)
.
Dark Slate Gray #2F4F4F rgb(47, 79, 79)
.
Dark Turquoise #00CED1 rgb(48, 206, 209)
.
Dark Violet #9400D3 rgb(148, 0, 211)
.
Deep Pink #FF1493 rgb(249, 19, 147)
.
Deep Sky Blue #00BFFF rgb(43, 191, 254)
.
Dim Gray #696969 rgb(105, 105, 105)
.
Dodger Blue #1E90FF rgb(30, 144, 255)
.
Fire Brick #B22222 rgb(178, 34, 33)
.
Floral White #FFFAF0 rgb(255, 250, 240)
.
Forest Green #228B22 rgb(34, 139, 35)
.
Fuchsia #FF00FF rgb(249, 0, 255)
.
Gainsboro #DCDCDC rgb(220, 220, 220)
.
Ghost White #F8F8FF rgb(248, 248, 255)
.
Gold #FFD700 rgb(253, 215, 3)
.
Golden Rod #DAA520 rgb(218, 165, 32)
.
Gray #808080 rgb(128, 128, 128)
.
Green #008000 rgb(27, 128, 1)
.
Green Yellow #ADFF2F rgb(173, 255, 48)
.
Honey Dew #F0FFF0 rgb(240, 255, 240)
.
Hot Pink #FF69B4 rgb(240, 255, 240)
.
Indian Red #CD5C5C rgb(205, 92, 92)
.
Indigo #4B0082 rgb(75, 0, 130)
.
Ivory #FFFFF0 rgb(255, 255, 239)
.
Khaki #F0E68C rgb(240, 230, 140)
.
Lavender #E6E6FA rgb(230, 230, 250)
.
Lavender Blush #FFF0F5 rgb(254, 240, 245)
.
Lawn Green #7CFC00 rgb(124, 252, 2)
.
Lemon Chiffon #FFFACD rgb(255, 250, 205)
.
Light Blue #ADD8E6 rgb(173, 216, 230)
.
Light Coral #F08080 rgb(240, 128, 128)
.
Light Cyan #E0FFFF rgb(224, 255, 255)
.
Light Golden Rod Yellow #FAFAD2 rgb(250, 250, 210)
.
Light Gray #D3D3D3 rgb(211, 211, 211)
.
Light Green #90EE90 rgb(144, 238, 144)
.
Light Pink #FFB6C1 rgb(252, 182, 193)
.
Light Salmon #FFA07A rgb(251, 160, 122)
.
Light Sea Green #20B2AA rgb(40, 178, 170)
.
Light Sky Blue #87CEFA rgb(135, 206, 250)
.
Light Slate Gray #778899 rgb(119, 136, 153)
.
Light Steel Blue #B0C4DE rgb(176, 196, 222)
.
Light Yellow #FFFFE0 rgb(255, 255, 224)
.
Lime #00FF00 rgb(63, 255, 0)
.
Lime Green #32CD32 rgb(50, 205, 50)
.
Linen #FAF0E6 rgb(250, 240, 230)
.
Magenta #FF00FF rgb(249, 0, 255)
.
Maroon #800000 rgb(128, 4, 0)
.
Medium Aqua Marine #66CDAA rgb(102, 205, 170)
.
Medium Blue #0000CD rgb(0, 0, 205)
.
Medium Orchid #BA55D3 rgb(186, 85, 211)
.
Medium Purple #9370DB rgb(147, 112, 219)
.
Medium Sea Green #3CB371 rgb(60, 179, 113)
.
Medium Slate Blue #7B68EE rgb(123, 103, 238)
.
Medium Spring Green #00FA9A rgb(62, 250, 153)
.
Medium Turquoise #48D1CC rgb(72, 209, 204)
.
Medium Violet Red #C71585 rgb(199, 21, 133)
.
Midnight Blue #191970 rgb(25, 25, 112)
.
Mint Cream #F5FFFA rgb(245, 255, 250)
.
Misty Rose #FFE4E1 rgb(254, 228, 225)
.
Moccasin #FFE4B5 rgb(254, 228, 181)
.
Navajo White #FFDEAD rgb(254, 222, 173)
.
Navy #000080 rgb(0, 0, 128)
.
Old Lace #FDF5E6 rgb(253, 245, 230)
.
Olive #808000 rgb(128, 128, 1)
.
Olive Drab #6B8E23 rgb(107, 142, 35)
.
Orange #FFA500 rgb(252, 165, 3)
.
Orange Red #FF4500 rgb(250, 69, 1)
.
Orchid #DA70D6 rgb(218, 112, 214)
.
Pale Golden Rod #EEE8AA rgb(238, 232, 170)
.
Pale Green #98FB98 rgb(152, 251, 153)
.
Pale Turquoise #AFEEEE rgb(175, 238, 239)
.
Pale Violet Red #DB7093 rgb(219, 112, 147)
.
Papaya Whip #FFEFD5 rgb(254, 239, 213)
.
Peach Puff #FFDAB9 rgb(253, 218, 185)
.
Peru #CD853F rgb(205, 133, 63)
.
Pink #FFC0CB rgb(252, 192, 203)
.
Plum #DDA0DD rgb(221, 160, 221)
.
Powder Blue #B0E0E6 rgb(176, 224, 230)
.
Purple #800080 rgb(128, 0, 128)
.
Rebecca Purple #663399 rgb(102, 51, 153)
.
Red #FF0000 rgb(255, 0, 0)
.
Rosy Brown #BC8F8F rgb(188, 143, 142)
.
Royal Blue #4169E1 rgb(65, 105, 225)
.
Saddle Brown #8B4513 rgb(139, 69, 19)
.
Salmon #FA8072 rgb(250, 128, 114)
.
Sandy Brown #F4A460 rgb(244, 164, 95)
.
Sea Green #2E8B57 rgb(46, 139, 87)
.
Sea Shell #FFF5EE rgb(255, 245, 238)
.
Sienna #A0522D rgb(160, 82, 45)
.
Silver #C0C0C0 rgb(192, 192, 192)
.
Sky Blue #87CEEB rgb(135, 206, 235)
.
Slate Blue #6A5ACD rgb(106, 90, 205)
.
Slate Gray #708090 rgb(112, 128, 145)
.
Snow #FFFAFA rgb(255, 250, 250)
.
Spring Green #00FF7F rgb(63, 255, 128)
.
Steel Blue #4682B4 rgb(70, 130, 180)
.
Tan #D2B48C rgb(210, 180, 140)
.
Teal #008080 rgb(26, 128, 127)
.
Thistle #D8BFD8 rgb(216, 191, 216)
.
Tomato #FF6347 rgb(250, 99, 71)
.
Turquoise #40E0D0 rgb(64, 224, 208)
.
Violet #EE82EE rgb(238, 130, 238)
.
Wheat #F5DEB3 rgb(245, 222, 179)
.
White #FFFFFF rgb(255, 255, 255)
.
White Smoke #F5F5F5 rgb(245, 245, 245)
.
Yellow #FFFF00 rgb(255, 255, 0)
.
Yellow Green #9ACD32 rgb(154, 205, 49)

Anda dapat melihat perbedaan mengenai hexadecimal dan RGB.

Color HTML / CSS
Color Name
Hex Code
#RRGGBB
Decimal Code
(R,G,B)
lightsalmon #FFA07A rgb(255,160,122)
salmon #FA8072 rgb(250,128,114)
darksalmon #E9967A rgb(233,150,122)
lightcoral #F08080 rgb(240,128,128)
indianred #CD5C5C rgb(205,92,92)
crimson #DC143C rgb(220,20,60)
firebrick #B22222 rgb(178,34,34)
red #FF0000 rgb(255,0,0)
darkred #8B0000 rgb(139,0,0)

Selain menggunakan kode warna, Anda juga dapat menggunakan generator untuk menentukan kode warna apa saja yang bisa digunakan. Anda dapat menggunakan generator warna yang disediakan oleh beberapa website di bawah ini.

  • W3School HTML Color Picker
    Situs ini dapat Anda gunakan untuk memilih warna berdasarkan warna dasar. Anda dapat memilih tingkat saturasi dan melihat langsung (preview) hasilnya. Selain itu, terdapat juga pilihan untuk memasukkan warna berdasarkan kode dan juga memunculkan jendela HTML 5 untuk pemilihan warna.
  • Colors & Skillshare
    Colors merupakan situs yang digunakan sebagai alat schema generator. Jika Anda seorang desainer, situs ini dapat memberikan saran schema yang sesuai dengan kebutuhan dan juga tersedia kode hexadecimal yang bisa digunakan ke dalam website.
  • HTML Color Code
    HTML Color Code merupakan situs web sederhana yang menyediakan tampilan pemilihan warna. Anda tinggal mengarahkan kursor ke dalam tabel warna atau menggeser slider untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan kode warna dalam bentuk hexadecimal.

Cara Menggunakan Kode Warna HTML & CSS

Kode warna dapat Anda gunakan hampir di semua bagian, seperti karakter, background, dan border.

Berikut beberapa cara menggunakan kode warna HTML dan CSS:

  • Cara Menggunakan Kode Warna HTML di Karakter

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<p><font size=”3″ color=”#ff0000″>Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS</font></p>
<p><font size=”2″ color=”#00ff00″>Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS</font></p>
<p><font face=”verdana” color=”#0000ff”>Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS</font></p>
<p><strong>Catatan:</strong> Elemen font hanya mendukung pada HTML 5. Gunakan CSS sebagai ganti</p>
</body>
</html>

Skrip di atas akan menghasilkan tampilan seperti di bawah ini:

Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS

Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS

Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS

Catatan: Elemen font hanya mendukung pada HTML 5. Gunakan CSS sebagai ganti

  • Cara Menggunakan Kode Warna HTML di Background

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
#p1 {background-color:#ff0000;}
#p2 {background-color:#00ff00;}
#p3 {background-color:#0000ff;}
#p4 {background-color:#ffff00;}
#p5 {background-color:#ff00ff;}
</style>
</head>
<body>
<p>HEX colors:</p>
<p id=”p1″>Red</p>
<p id=”p2″>Green</p>
<p id=”p3″>Blue</p>
<p id=”p4″>Yellow</p>
<p id=”p5″>Cerise</p>
</body>
</html>

Kode di atas menghasilkan tampilan seperti ini:

HEX colors:

Red

Green

Blue

Yellow

Cerise

  • Cara Menggunakan Kode Warna HTML di Border
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
h1 {
border-style: solid;
border-color: #92a8d1;
}
div {
border-style: solid;
border-color: #92a8d1;
}
</style>
</head>
<body>
<h1>Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS</h1>
<div>Nilai dari border-color dapat diatur menggunakan angka kode hexadecimal.</div>
<p><strong>Catatan:</strong> border-color tidak dapat bekerja jika digunakan sendiri. Gunakan properti border-style terlebih dahulu untuk mengatur border.      </p>
</body>
</html>

Skrip di atas akan menampilkan tampilan seperti di bawah ini:

Daftar Kode Warna Pada HTML & CSS

Nilai dari border-color dapat diatur menggunakan angka kode hexadecimal.

Catatan: border-color tidak dapat bekerja jika digunakan sendiri. Gunakan properti border-style terlebih dahulu untuk mengatur border.

Kesimpulan

Membuat dropdown menu menggunakan HTML dan CSS cukup sederhana. Anda dapat melakukannya menggunakan cara di atas dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan tampilan yang Anda kehendaki. Dan juga, Penting untuk mengetahui daftar kode warna pada HTML dan CSS, Penggunaan kode warna hampir digunakan di berbagai bagian di pengembangan website.

Penjelasan Captcha dan Cara Memasang Captcha Google di WordPress

Captcha merupakan fitur keamanan untuk memvalidasi pengguna sistem adalah manusia, bukan robot. Selain membedakan antara user manusia atau robot, fitur ini juga berguna untuk menangani spam yang sering berasal dari penggunaan robot atau user yang sengaja mengirimkan spam ke website.

Kalian yang sering berinternet pasti sudah register dalam website tertentu dan juga berkomentar dan akan melihat sekumpulan karakter inputan. Dalam berkomentar atau registrasi pasti akan menemui bentuk CAPTCHA, baik sadar maupun tak sadar. Saat melakukan pendaftaran  pada salah satu form registrasi yang salah satu syaratnya mengharuskan kita menuliskan karakter atau tulisan dalam gambar aneh yang ada dalam gambar. Gambar itulah yang merupakan salah satu jenis captcha.

captcha adalah suatu bentuk uji tantangan-tanggapan (challange-response test) yang digunakan dalam perkomputeran untuk memastikan bahwa yang mengisi form yang bersangkutan adalah human (manusia) sehingga akan sangat meminimalisasi terjadinya proses spamming. Para spammer memilki ‘mesin‘ untuk untuk melancarkan aksinya untuk merusak apa saja yang mereka inginkan. Ulah para spammer ini akan lebih terasa bagi Anda yang memiliki blog tapi tanpa software atau tools antispam. Anda akan lihat banyak sekali comments yang isinya gak jelas (iklan atau untaian huruf tanpa makna). Bagi Anda yang ingin melihat contoh spam bisa mengunjungi blog orang yang mendaftar di blogsome.

Fungsi Captcha

 Website yang tidak menerapkan sistem keamanan, selain dengan mudah menerima spam komentar juga dapat menerima spam login. Tentu saja hal tersebut cukup mengganggu. Parahnya, website bisa saja dibobol dengan mudah.

Sistem verifikasi seperti captcha sampai saat ini masih bisa dipakai untuk mengantisipasi serangan ‘robot’. Misalnya menghentikan langkah ‘robot’ yang mengirimkan spam login ke website. Selain itu, penggunaan captcha akan membantu menyaring user yang benar-benar ingin berinteraksi dengan Anda lewat website, melalui kolom komentar atau form pengiriman email.

beberapa layanan penyedia captcha juga menyediakan laporan analitik bagi pemilik website atau blog. Penggunaan fitur tersebut dapat Anda manfaatkan untuk mengukur kinerja website dan meningkatkan performanya sesuai dengan hasil laporan yang ada.

reCaptcha Google

Ada beberapa layanan captcha yang tersedia di internet. Nah, salah satu penyedia fitur captcha adalah Google, yaitu Google reCaptcha.

Google reCaptcha menggunakan teknologi analisis resiko yang canggih dan ‘tantangan adaptif’ untuk menjaga website Anda dari aktivitas yang berasal dari mesin ‘robot’. Teknologi captcha dari Google dianggap sangat sulit untuk ditembus oleh robot, tetapi sangat mudah digunakan oleh manusia.

Keunggulan Google reCaptcha selain mempunyai fitur analisis yang canggih juga mempunyai dataset yang cukup banyak, serta dokumentasi yang jelas. Google reCaptcha tidak hanya menggunakan text untuk proses verifikasi, tetapi juga gambar dan checkbox.

Tipe Captcha Google

– reCaptcha v2

Tipe ini akan menampilkan checkbox “I’m not a robot” pada form yang ditambahkan captcha untuk memastikan user bukan robot. Opsi ini akan mengizinkan user mengakses form tanpa menggunakan captcha atau memvalidasinya kembali untuk memastikan bahwa user bukan robot.

Pilihan ini merupakan opsi yang paling simpel karena hanya membutuhkan dua baris HTML untuk membuat checkbox.

– reCaptcha v3

reCaptcha v3 dapat menentukan kapan user harus mengisi captcha. Jadi opsi ini tidak akan selalu memunculkan captcha ketika form diakses.

reCaptcha v3 menggunakan JavaScript yang dapat menilai koneksi yang sedang berlangsung dan mengambil tindakan yang akan diambil: menampilkan captcha atau tidak.

Cara Memasang Google Captcha di WordPress

Cara memasang Google reCaptcha ke website terdiri dari dua bagian utama. Pertama, mendaftarkan domain untuk mendapatkan site key dan secret key. Kedua, menambahkan site key dan secret key ke dalam website.

Ada dua syarat sebelum Anda mencoba menerapkan panduan ini, yaitu mempunyai akun Gmail dan website yang sudah aktif.

1. Daftarkan Domain dan Pilih Tipe reCaptcha

Cara memasang Google reCaptcha yang pertama adalah mendaftarkan domain Anda terlebih dahulu. Anda hanya perlu mengakses halaman reCaptcha dan mengisi beberapa informasi yang diperlukan.

Langkah 1. Buka Google

Login terlebih dahulu ke akun Google atau Gmail.

Langkah 2. Buka Google reCaptcha

Akses website GooglereCapta. Kemudian klik “Admin console”.

cara membuat captcha google contoh

Langkah 3. Daftarkan Domain Baru ke Google reCaptcha

Anda akan melihat tampilan ‘Register a new site’ untuk mendaftarkan alamat website ke dalam Google reCaptcha. Isi beberapa form yang tersedia.

Cara Memasang Captcha Google di WordPress langkah

Di bagian ‘Label’, isi dengan nama captcha. Anda bisa mengisi dengan nama domain atau dengan nama yang lain (bebas). Pada contoh ini saya menggunakan nama domain.

Langkah 4. Pilih Tipe Captcha

Anda bisa memilih salah satu versi captcha sesuai dengan kebutuhan seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya di poin Tipe Captcha Google.

Langkah 5. Isi Informasi Domain dan Owner

Di bagian ‘Domain’, masukkan domain website yang Anda pakai dan ‘Owners’ dengan alamat email yang ingin Anda gunakan sebagai identitas. Setelah selesai, klik “Submit”.

Langkah 4. Salin site key dan secret key.

Di halaman selanjutnya, Anda akan mendapatkan dua kunci: site key dan secret key. Salin kedua ini untuk menambahkannya ke dalam website.

Cara Memasang Captcha Google di WordPress title

Sampai di sini Anda sudah berhasil untuk mendaftarkan domain ke dalam Google reCaptcha. Di bagian bawah terdapat dua menu: ‘Go to Setting’ untuk menuju ke halaman pengaturan reCaptcha, sedangkan ‘Go to Settings’ untuk melihat statistik captcha Anda.

2. Integrasi reCaptcha dan Website WordPress

Ada dua cara untuk menambahkan site key dan secret key, yaitu secara manual dan menggunakan plugin. Jika Anda menggunakan website non-WordPress, tidak ada pilihan lain selain menambahkan script captcha secara manual ke dalam website.

Supaya lebih mudah, pada bagian ini saya akan menggunakan plugin untuk menambahkan kedua kunci tersebut ke dalam website WordPress. Plugin yang akan saya gunakan adalah Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3).

Kelebihan plugin ‘Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3)’ adalah adanya opsi untuk memilih versi captcha dan bagian form yang ingin ditambahkan captcha di dalamnya. Jadi Anda tidak perlu menambahkan satu persatu baris kode ke setiap file.

Langkah 1. Buka Admin Area WordPress

Login ke dashboard WordPress.

Langkah 2. Install Plugin Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3)

Di bagian dashboard, scroll ke bawah kemudian klik “Plugin » Add New”.

Cari plugin ‘Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3)’. Kemudian klik “Install Now”.

Setelah selesai klik “Active” untuk mengaktifkan plugin.

Cara Memasang Captcha Google di WordPress plugin

Langkah 3. Masukkan site key dan secret key ke Plugin

Pengaturan plugin dapat Anda akses melalui “Settings » Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3)”. Kemudian masukkan site key dan secret key ke dalam form di yang sudah tersedia.

Langkah 4. Pilih Versi Captcha

Ada tiga pilihan versi captcha, yaitu “I am not a robot”, invisible, dan V3. Sesuaikan opsi ini dengan site key dan secret key yang Anda dapatkan dari dashboard Google reCaptcha.

cara membuat captcha google version

Langkah 5. Pilih Form yang Akan Ditambahkan Captcha.

Plugin ini menyediakan beberapa pilihan form. Anda hanya tinggal memberikan checkbox untuk menambahkan captcha di masing-masing form.

Misalnya, Anda ingin menambahkan captcha ke dalam form login, tinggal berikan checkbox di bagian ‘Login Form’.

cara membuat captcha google form

Langkah 6. Atur Tampilan Captcha

Anda pun bisa mengatur tampilan captcha, seperti pesan yang dimunculkan jika terjadi kesalahan pengisian, tema, dan ukurannya.

Failed login Captcha berguna untuk menentukan kapan captcha akan dimunculkan. Nilai ‘0’ berarti selalu menampilkan captcha ketika form diakses.

Cara Membuat captcha google setting

Setelah selesai, klik “Save” untuk menyimpan pengaturan yang sudah dilakukan.

Langkah 7. Cek Tampilan Captcha

Anda dapat mengecek tampilan captcha dengan mengakses halaman login WordPress. Tampilan akhirnya kurang lebih seperti gambar di bawah ini.

Cara membuat captcha google login

Kesimpulan

Google reCaptcha merupakan fitur verifikasi yang cukup banyak digunakan saat ini. Anda bisa menemui verifikasi seperti ini di beberapa halaman website; komentar, form login, form pendaftaran, dan masih banyak lagi. Anda pun bisa menambahkannya dengan mudah ke dalam website. Cukup daftarkan domain Anda ke dalam Google reCaptcha untuk mendapatkan site key dan secret key. Kemudian install plugin Advanced noCaptcha & invisible Captcha (v2 & v3) untuk menambahkan kedua kunci tersebut di WordPress.

Bagi Anda yang menggunakan website non-WordPress, untuk menambahkan site keymaupun secret key membutuhkan cara yang agak panjang karena Anda harus menambahkannya secara manual.

Demikian panduan cara memasang captcha Google di WordPress. Semoga bermanfaat.

Cara Mengembalikan File yang Terhapus atau Hilang di Komputer

Kehilangan file penting di komputer memang bisa membuat Kalian panik. Tapi tenang, Kalian bisa mengatasi itu. Ada banyak sekali cara untuk mengembalikan file yang terhapus. Pada artikel kali ini kami akan memberikan beberapa caranya.

Namun, sebelum kami benar-benar memberikan beberapa alternatif cara backup data yang terhapus, mari ketahui terlebih dulu apa yang sebenarnya terjadi ketika Kalian tak dapat menemukan file Kalian di komputer.

Ke Mana Perginya File Saya?

Kalian mungkin bingung soal bagaimana bisa file Kalian hilang. Entah Kalian tak sengaja menghapusnya atau bisa jadi ada serangan virus yang membuat file Kalian hilang begitu saja. Pada dasarnya kalaupun Kalian tak sengaja menghapus data Kalian di komputer, file itu tidak pergi ke tempat yang tak jelas.

Misal, Kalian menggunakan program Windows. Kalian bisa melihat ke keranjang sampah yang biasa disebut juga sebagai Recycle Bin. Seringnya, kalau masih dalam jangka waktu yang tak terlalu lama, Kalian masih bisa menemukan file yang di-delete tadi dalam Recycle Bin. Tapi bila Kalian sudah tak bisa lagi menemukannya di Recycle Bin, Kalian mungkin kebingungan ke mana lagi perginya file Kalian. Berikut adalah penjelasan sederhananya!

Jadi, file yang Kalian cari itu dipindahkan oleh perangkat komputer Kalian ke satu tempat yang didalam hardisk Kalian. Jadi dengan begitu komputer Kalian sebenarnya masih bisa membaca file yang dicari itu. Nah, berikutnya kalau ada file baru yang terhapus permanen di Recycle Bin memakan space hardisk, maka barulah file yang sebelumnya itu benar-benar hilang atau tidak bisa dikembalikan lagi.

Inilah yang bisa jadi harapan Kalian, semoga file yang Kalian butuhkan itu tidak tersingkir karena keterbatasan space hardisk komputer.

Langkah Pertama, Cara Backup Konvensional.

Kalian bisa pergi ke keranjang sampah di perangkat komputer Kalian. Berikut adalah rincian langkah demi langkahnya:

  • Klik icon atau gambar keranjang sampah yang ada di desktop Kalian
  • Cari file yang Kalian butuhkan, coba ingat-ingat nama file-nya dan ketik di kolom Search
  • Kalau sudah ketemu, coba klik kanan kemudian klik opsi “Restore” untuk mengembalikan file-nya itu

Kalau memang langkah di atas sudah dilakukan, Windows akan otomatis mengembalikan file yang tadinya terhapus tersebut ke tempat di mana Kalian menaruhnya semula. Langkah pertama ini sangat mudah dilakukan tapi tantangannya adalah Kalian kemudian harus mengingat-ingat di mana tadinya Kalian menaruh file itu.

Jika cara konvensional itu tidak berhasil mengembalikan data Kalian, coba baca cara yang kedua!

Langkah Kedua, Menggunakan Software Gratis Semacam Recuva

Sebenarnya ada banya software gratis lain yang bisa Kalian gunakan untuk mengembalikan data yang sudah terhapus dari komputer Kalian. Namun kali ini kami akan memberi panduan bagi software yang sudah populer untuk backup yaitu Recuva!

  1. Download Recuva terlebih dahulu!
  2. Kemudian Kalian ‘extract’ filenya.
  3. Setelah Kalian mengekstraknya, silakan buka folder Recuva yang ada dan pilih opsi yang memang sesuai dengan spesifikasi komputer Kalian. Recuva.exe ini merupakan file buat komputer yang pakai sistem 32-bit. Sementara itu yang Recuva64.exe buat komputer yang dijalankan dengan sistem 64-bit.
  4. Kemudian, Recuva bisa dibuka lewat Wizard. Ikutilah seluruh langkah-langkah (step) yang diajukan oleh Wizard. Kemudian barulah Kalian buka Recuva dengan cara klik opsi bertulisan “Next.”
  5. Jika sudah, Recuva bisa memberikan pilihan soal tipe file yang Kalian mau kembalikan, Coba Kalian klik opsi bertulisan “All Files”. Nah jika Kalian pilih opsi itu maka Kalian bisa kembalikan semua jenis file, mulai dari email, foto, video, dan semua jenis yang lain-lainnya.
  6. Klik opsi bertulisan “Next”.
  7. Pada langkah berikutnya, Recuva akan meminta lokasi atau tempat penyimpanan file hilang yang Kalian cari. Jika memang Kalian lupa, Kalian pilih opsi “I am not sure.” Namun, jika Kalian ingat tempat penyimpanan sebelumnya, klik opsi “In a specific location” kemudian browse tempat file yang hilang itu. Setelahnya, klik lagi “Next.”
  8. Klik “Start” dan tunggu proses instalasinya yang sedang berlangsung.
  9. Akan muncul menu “Welcome to the Recuva Wizard”, program ini akan membujuk Kalian untuk menginstall aplikasi lain bernama CCleaner. Jika memang tidak butuh dan tidak mau install CCleaner atau aplikasi lainnya yang ditawarkan itu, hapus saja semua centang pada kolom yang di menu.
  10. Sekarang coba buka Recuva Wizard dari komputer Kalian, lalu pilih jenis file apa yang mau Kalian kembalikan nantinya, apakah itu file berupa gambar atau video atau lainnya. Lalu klik “Next”.
  11. Sekarang coba tentukan tempat penyimpanan file yang terhapus itu supaya Kalian bisa mempercepat proses pencarian file hilang yang Kalian cari.
  12. Kalau sudah yakin tempatnya klik “Next”. Kalau tidak coba klik “I’m Not Sure”. Ini bisa bantu Recuva dalam menyortir file di seluruh lokasi komputer walau ya memang  perlu waktu yang cukup lama.
  13. Untuk memulai proses pencariannya, coba centang di kolom sebelah opsi bertulisan “Enable Deep Scan”, dan klik “Start”. Di sini bakal makan waktu lebih lama lagi, tapi Kalian harus bersabar supaya file Kalian bisa dicari oleh Recuva.
  14. Kalau sudah muncul semua hasil sortir, pilih saja langsung file mana yang ingin Kalian kembalikan. Caranya centang kolom di file-file yang mau dikembalikan. Terakhir coba klik kanan dan pilih opsi bertulisan “Recover Highlited”, akhiri dengan klik opsi bertulisan “Recover”.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Cara Mengembalikan File yang Terhapus atau Hilang di Komputer. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian, Sampaikan pertanyaan di kolom komentar jika Kalian mengalami kendala.  Jika kalian beminat ingin membuat website tapi bingung mau buat dimana, cek halaman kami aja di www.indowebhost.co.id. disana banyak promo menarik loh, jangan lupa untuk berkunjung ya!.

apa itu resources?

Hai apa kabar kalian para indowebers? Pada kali ini kami akan memberikan informasi mengenai apa itu resources, banyak yang bermasalah pada web namun hosting / server baik baik saja dan tidak down, mengapa demikian?

Faktor error pada web sangat kompleks dimana orang beranggapan jika error pada web masalah utamanya adalah pada hostingnya. Resources adalah faktor utama web kalian bisa berjalan dengan baik,penggunaan resources bisa di sesuaikan terutama kalian yang menggunakan shared hosting harus memahami dan mengetahui resources yang disediakan hosting kalian. Berikut ini hal yang harus di perhatikan :

  1. Limit memory  adalah memory process untuk setiap program web php dimana di setiap paket hosting akan berbeda.
  2. Memory RAM  adalah penyimpanan data yang hendak diproses oleh CPU, skrip masing-masing user yang sedang atau akan diproses akan disimpan dalam komponen ini sampai skrip selesai diproses.
  3.   I/O (Input Output) Maximum adalah besarnya proses input output pada perangkat keras server dalam hitungan detik.
  4.  CPU adalah komponen yang fungsinya untuk memproses suatu skrip yang dijalankan masing-masing user
  5. Entry Process  adalah banyaknya proses skrip user yang dapat berjalan dalam satu waktu.
  6. File Counts Soft adalah banyaknya file yang disimpan didalam akun hosting, jika mencapai maksimal maka Hosting tidak akan dibackup.
  7. File Counts Hard adalah banyaknya file yang disimpan didalam akun hosting, jika mencapai maksimal maka Hosting perlu diupgrade ke Hosting dengan File Counts lebih besar.

Penggunaan plugin, komponen dan modul pada suatu web akan sangat berpengaruh terutama kalian yang menggunakan CMS wordpress,tidak semua plugin bisa berjalan dengan baik kalian harus memperhatikan kebutuhan resources plugin tersebut. Plugin yang biasanya menggunakan resources tinggi adalah plugin yang bersifat :

  1. Realtime dimana plugin tersebut akan melakukan proses berkesinambungan misalkan sync post artikel otomatis di social media dll
  2. Statistic dimana plugin tersebut mengumpulkan data pengunjung misal jumlah pengunjung dll

Kedua sifat plugin diatas bisa di pastikan akan menggunakan resources hosting cukup tinggi.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai resources. Semoga artikel kali ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian, Jika kalian beminat ingin membuat website tapi bingung mau buat dimana, cek halaman kami aja di www.indowebhost.co.id. disana banyak promo menarik loh, jangan lupa untuk berkunjung ya!.

 

 

Apache

Apache merupakan salah satu jenis dari banyaknya web server. Pada dasarnya, ketika pengguna internet mencari sesuatu hal melalui browser yang terdapat dalam perangkatnya, maka web browser dengan cepat membaca dan menampilkan informasi yang dibutuhkan penggunanya. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya web server. Awalnya, permintaan pengguna dalam browser tersebut diterima langsung oleh web server. Web server akan mengolah permintaan tersebut dengan cara mencari melalui database website tersebut. Kemudian, web server mengirim hasil dari prosesnya ke web browser pengguna secara transparan. Dengan begitu, setiap pengguna dapat dengan mudah menemukan segala sesuatu yang mereka butuhkan.

Pengertian Apache

Apache adalah sebuah perangkat lunak web server yang menghubungkan antara server dengan user (browser), yang dapat dijalankan di berbagai sistem operasi, seperti Microsoft Windows, Linux, Unix, Novell Netware serta platform lainnya yang digunakan untuk melayani dan melakukan pengaturan fasilitas web menggunakan sebuah protokol yang dikenal dengan HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

Jika Anda mengakses sebuah website melalui URL di browser kemudian muncul tampilan website, bisa jadi itu merupakan hasil kerja dari Apache. Nama Apache sendiri dipilih sebagai penghormatan terhadap suku Indian Apache yang menggunakan keterampilan dan strategis yang luar biasa dalam peperangan.

Pada awal kemunculannya, Apache dikembangkan supaya dapat menjadi sebuah perangkat lunak web server open-source (terbuka) yang hanya digunakan sebagai alternatif web server Netscape, dan dapat dikembangkan dan dikelola oleh modern sistem operasi, seperti Unix dan Windows. Tujuan lain dari pengembangan Apache adalah menyediakan web server yang aman, efisien, dan dapat dikembangkan dengan mudah.

Jika melihat kondisi sekarang, saat ini juga banyak penyedia layanan panel kontrol (khususnya cPanel) menggunakan Apache sebagai web server. Sama halnya dengan berbagai macam web server saat ini, Apache menjadi salah satu penggerak utama supaya website dapat terhubung dengan pengunjung (user).

Fungsi Apache

Apache memiliki fungsi yang sama dengan fungsi web server pada umumnya, yaitu memperoleh berkas yang berisi permintaan (request) client melalui web browser, kemudian Apache akan memproses data tersebut dengan menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan oleh client. Output didapat berdasarkan data yang tersimpan dalam database website tersebut.

Saat ini, Apache telah banyak digunakan diberbagai server dunia. Server Apache memungkinkan client untuk menjalankan berbagai skrip dan aplikasi didalamnya. Dengan begitu, setiap web yang dihosting ke server Apache menjadi dinamis, konten didukung oleh standar HTTP saat ini. Selain itu, Apache juga dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, seperti adanya pesan kesalahan yang dapat dikonfigurasi, autentikasi pengguna, didukung oleh GUI (Graphical User Interface) sehingga dengan mudah dalam menangani server.

Cara Kerja Apache Web Server

Cara kerja Apache sama seperti cara kerja perangkat lunak web server pada umumnya. Dasar dari peran web server adalah untuk menerima request dari user (contohnya ‘web browser’) dan mengirimkan respon dari request yang diterima (komponen dari halaman website yang diakses oleh user).

Apache Web Server mempunyai beberapa modul yang dapat menambah fungsionalitasnya, seperti MPM yang menangani berbagai macam mode multi-processing. Atau, mod_ssl yang dapat memungkinkan dukungan koneksi SSL dan TLS.

Beberapa fitur lain yang ditawarkan oleh Apache, seperti .htaccess, SSL, HTTP/2, Lua, PHP, Perl, IPv6, FTP, Bandwidth throttling, WebDAV, Load balancing, dan lain sebagainya.

Kelebihan dan Kekurangan Apache

Meskipun merupakan web server yang menarik untuk Anda coba, Apache tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Apache

  • Apache merupakan jenis web server yang bersifat open source. Maksudnya adalah kode program yang tersedia dalam server tersebut dapat dimodifikasi dan diperbarui sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan begitu, para pengembang dari seluruh penjuru dunia dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan dari server Apache.
  • Pada umumnya, setiap software yang bersifat open source, maka kode program dapat diperoleh dengan mudah dan bebas. Dengan begitu, Anda dapat mengunduh modul Apache di perangkat Anda tanpa harus memikirkan biaya lisensi.
  • Walaupun menggunakan Apache tidak mengeluarkan biaya apapun bukan berarti Apache tidak dapat bersaing dengan jenis web server lainnya. Justru Apache menjadi web server yang dilengkapi dengan berbagai fitur yang lebih handal dibanding dengan jenis lainnya.
  • Apache menjadi salah satu web server yang dapat digunakan di berbagai sistem operasi, seperti Linux, Unix, Windows NT, MacOS, Microsoft Windows, Unix dan sistem lainnya. Dengan begitu, Anda dapat memodifikasi atau menambah server Apache sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sistem operasi Anda. Apache juga didukung oleh beberapa bahasa pemrograman, seperti PHP, Perl, Python dan lainnya. Selain itu, Apache dilengkapi dengan SSL (Secure Socket Layer) dan TLS (Transport Layer Security) untuk meningkatkan keamanan situs web.
  • Ketika sebuah bug baru ditemukan, maka para pengembang yang tergabung dalam komunitas pengguna dapat memperbaiki dan membagi solusi tersebut secara gratis di forum atau situs web sosial media.
  • Dengan menggunakan Apache web server ini, Anda dapat menjadikan Apache sebagai virtual host di server. Maksudnya, Apache dapat menggunakan alamat IP yang sama untuk menghasilkan host yang berbeda. Lebih singkatnya, Anda dapat menjalankan beberapa situs web menggunakan sebuah server.

Kekurangan Apache

Seperti yang diketahui bahwa Apache bersifat open source, yang memungkinkan setiap pengguna untuk melakukan modifikasi atau perubahan terhadap server tersebut. Hal itu menyebabkan ancaman yang serius terhadap keamanan jika tidak langsung ditangani dengan tepat. Jadi, walaupun Apache memiliki banyak Kelebihan juga terdapat kekurangan didalamnya, diantaranya sebagai berikut :

  • Dengan kemampuan Apache yang membiarkan Anda memilih dan menonaktifkan layanan yang Anda butuhkan, itu dapat menyebabkan ancaman yang serius jika tidak ditangani.
  • Jika terjadi proses bug, tidak ada kebijakan khusus untuk mengatasinya. Anda hanya dapat menanyakan solusi di forum komunitas pengguna. Jika masalah yang Anda hadapi sama dengan masalah yang dihadapi pengguna lain, kemungkinan Anda dapat menemukan solusi dari masalah tersebut.

Apache Vs Nginx

Keunggulan dari web server ini adalah kemampuannya untuk menangani ratusan bahkan ribuan koneksi dalam waktu yang bersamaan tanpa mengganggu proses lain. Sampai dengan saat ini, Nginx menjadi salah satu web server yang juga cukup disukai oleh banyak user.

Adapun beberapa perbandingan antara Apache Vs Nginx, antara lain:

1. Nginx Lebih Tangguh Menangani Trafik Tinggi

Apache menggunakan thread untuk menangani berbagai macam proses yang masuk. Hal ini mengakibatkan website dengan trafik yang tinggi kemungkinan besar akan mengalami permasalahan pada performa. Berbeda dengan Nginx yang sudah mampu menjawab permasalahan itu dengan dapat menangani ribuan koneksi dalam waktu yang bersamaan.

2. Skalabilitas Nginx Lebih Baik

Jika Apache menggunakan beberapa thread untuk memproses koneksi yang masuk, Nginx hanya menggunakan satu (single thread). Nginx memakai arsitektur event-driven yang memproses seluruh permintaan (request) di dalam satu thread saja.

Jadi di dalam Nginx terdapat proses master yang nantinya berperan sebagai kepala yang menangani beberapa worker –proses lain yang menangani thread lain dan masih di dalam satu thread. Model event-driven yang dipakai Nginx mendistribusikan request dengan cara yang efisien yang akhirnya dapat menciptakan skalabilitas yang lebih baik.

3. Konfigurasi Apache Lebih Mudah

Jika dibandingkan dengan Nginx, Apache menawarkan beberapa kemudahan di dalam pengelolaan dan konfigurasi. Selain itu, Apache juga menyediakan berbagai macam modul tambahan. Maka dari itu, jika Anda merupakan pengguna yang masih awam tentunya akan lebih baik jika menggunakan Apache sebagai perangkat lunak web server.

Kesimpulan

Apache adalah web server yang populer. Hal ini bisa jadi karena Apache merupakan web server yang paling tua dibandingkan dengan web server lainnya. Selain itu, Apache mempunyai beberapa fitur lain yang ditawarkan oleh SSL, seperti .htaccess, HTTP/2, Lua, PHP, Perl, IPv6, FTP, Bandwidth throttling, WebDAV, Load balancing, dan lain sebagainya.

Sayangnya, jika dibandingkan dengan web server lain seperti Nginx, performa Apache tergolong di bawahnya. Kemampuan menangani ribuan koneksi dalam waktu bersamaan yang dimiliki oleh Nginx ternyata berhasil mengungguli Apache. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Pengertian Database, Fungsi, Manfaat, dan Jenis

Pengertian Database

Apa itu database? Pengertian Database atau basis data adalah kumpulan berbagai data dan informasi yang tersimpan dan tersusun di dalam kompter secara sistematik yang dapat diperiksa, diolah atau dimanipulasi dengan menggunakan program komputer untuk mendapatkan informasi dari basis data tersebut.

Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil database disebut dengan sistem database management system.

Istilah database sendiri mengacu pada koleksi data-data yang saling terkait satu sama lain dimana tujuan database adalah dapat digunakan untuk mengelola data dengan lebih efektif dan efisien.

Fungsi Database

Setelah memahami pengertian database, tentunya kita juga harus mengetahui apa fungsi dari database. Berikut ini adalah beberapa fungsi database:

  • Mengelompokkan data dan informasi sehingga lebih mudah dimengerti
  • Mencegah terjadinya duplikat data maupun inkonsistensi data
  • Mempermudah proses penyimpanan, akses, pembaharuan, dan menghapus data.
  • Menjaga kualitas data dan informasi yang diakses sesuai dengan yang di-input.
  • Membantu proses penyimpanan data yang besar
  • Membantu meningkatkan kinerja aplikasi yang membutuhkan penyimpanan data

Manfaat Database

Sebelum mengetahui apa saja jenis perangkat lunak yang bisa digunakan untuk menyusun database, berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika bekerja dengan sistem database:

  1. Tidak Terjadi Redudansi Basis Data

Seperti yang sudah disinggung pada pengertian database sebelumnya, database bisa membantu meminimalkan redudansi data. Redudansi sendiri merupakan terjadinya data-data ganda dalam berkas-berkas yang berbeda.

  1. Integritas Data Terjaga

Database memastikan integritas data yang tinggi dimana database akan memastikan keakuratan, aksesbilitas, konsistensi dan juga kualitas tinggi pada suatu data.

  1. Independensi Data Terjaga

Database menjaga independensi data dimana orang lain tidak dapat merubah data meskipun data bisa diakses.

  1. Kemudahan Berbagi Data

Menggunakan perangkat lunak database bisa digunakan untuk berbagi data atau informasi dengan sesama pengguna lainnya.

  1. Menjaga Keamanan Data

Database menjamin keamanan suatu informasi dan data, dimana Anda bisa menyisipkan kode akses untuk data-data tertentu yang tidak bisa diakses bersama.

  1. Kemudahan Akses Data

Dengan database bisa memudahkan untuk mengakses dan mendapatkan data karena semua data terorganisir dengan baik.

Baca juga: Komponen Database

Jenis Jenis Database

Dibutuhkan software khusus untuk menyimpan dan mengambil data dan informasi dari database. Software ini sering disebut dengan System Managemen Basis
Data (DBMS).

Berikut ini adalah jenis-jenis database:

  1. Analytical database; yaitu database untuk menyimpan informasi dan data yang diambil dari operasional dan eksternal database
  2. Operational database; yaitu database yang menyimpan data mendetail yang dibutuhkan untuk mendukung operasi suatu organisasi secara keseluruhan
  3. Distributed database; yaitu kelompok kerja lokal database dan departemen di berbagai kantor dan lokasi kerja yang lainnya.
  4. Data warehouse; yaitu sebuah gudang data yang menyimpan berbagai data dari tahun-tahun sebelumnya hingga saat ini.
  5. End-user database; yaitu basis data pengguna akhir yang terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan dari end-user dalam workstation mereka.
  6. Real time database; yaitu sistem pengolahan yang dirancang dalam menangani beban kerja suatu negara yang bisa berubah-ubah, mengandung data terus menerus dan sebagian tidak berpengaruh terhadap waktu.
  7. Document oriented database; yaitu salah satu perangkat lunak komputer yang dibuat untuk sebuah aplikasi dan berorientasi pada dokumen.
  8. In memory database; yaitu database yang tergantung pada memori untuk menyimpan informasi/ data pada komputer
  9. Navigational database; pada navigasi database, queries menemukan benda bagi yang mengikuti referensi dari objek tertentu
  10. Hypermedia database on the web; sekumpulan halaman multimedia yang saling berhubungan dalam sebuah website, yang terdiri dari homepage dan hyperlink dari multimedia (gambar, teks, grafik audio, dan lain-lain)
  11. External database; database yang menyediakan akses ke luar, dan data pribadi online
  12. Relational database; merupakan standar komputasi bisnis, dan basis data yang paling umum dipakai saat ini.

Jenis-Jenis Software Database

Setelah memahami pengertian database dan keuntungan yang bisa didapatkan jika menggunakan perangkat lunak database, maka berikut ini jenis-jenis software database terbaik yang bisa Anda gunakan:

  1. Microsoft Access

Salah satu software database ini adalah yang paling sering digunakan. Microsoft access sangat cocok digunakan untuk sebagian besar komputer yang relasional. Selain itu, jika Anda berbisnis dalam skala rumahan, bisa memilih sistem database ini karena sangat ringan digunakan dan format datanya sangat umum sehingga memudahkan pembacaan.

  1. Oracle

Salah satu software database ini sangat mampu untuk menyimpan data dengan ukuran yang maksimum hingga tera byte. Oracle paling banyak digunakan pada perusahaan-perusahaan terutama yang sedang berkembang karena memang untuk mengaksesnya tersedia secara gratis.

  1. Ms SQL Server

Software database ini merupakan manajemen basis data yang umum digunakan pada Microsoft dengan bahasa pemograman yang digunakan adalah Transact-SQL. Tipe data yang digunakan cukup banyak sehingga sangat efektif untuk mendukung kinerja Anda.

  1. MySQL

Salah satu software database yang open access untuk umum dan kompatibel pada sistem operasi Windows maupun Linux. Keunggulan yang bisa Anda gunakan dengan menggunakan program MySQL adalah bisa digunakan untuk multi user. Kelebihan lainnya dar MySQL yaitu tersedia gratis, query data yang cepat dan berlisensi resmi.

  1. Firebird

Bisa dibilang software database ini memiliki fitur sistem yang standar dan ringan yaitu fitur ANS SQL-99 dan SQL – 2003. Kompatibel untuk digunakan pada sistem operasi Windows, Linux maupun Unix.

  1. Postgre SQL

Menawarkan sistem database opensource dengan lisensi GPL/ General Public License. Software ini menggunakan bahasa pemograman C++, C, SQL, PHP dan lainnya. Jika digunakan untuk pekerjaan pribadi, maka software ini sangat recommended digunakan.

Nah, jadi itulah ulasan tentang pengertian database, fungsi database, komponen, jenis database, serta keuntungan dan jenis-jenis software database yang bisa Anda gunakan. Jika kalian tertarik dan ingin membuat website, knjungi saja www.indowebost.co.id di sana ada penawaran-penawaran yang menarik.

Cache? ingin tau lebih banyak infonya? yuk simak penjelasan dibawah

Hai apa kabar kalian para indowebers? Pada kali ini kami akan memberikan informasi mengenai cache.  Kalian tentunya belum tau apa itu cache, biasa cache itu berasal dari web browser atau aplikasi yang kalian gunakan. Tentunya cache ini juga memakan memori kalian loh dan juga memperlambat kinerja laptop/hp kalian juga ( khusus web browser ). Tapi cache juga bisa mempercepat kinerja laptop kalian. Untuk kalian  yang belum tau apa pengertian dari cache, simak penjelasan dibawah ini.

Cache ?

Apa itu cache (tembolok)? Secara umum, cache merupakan suatu mekanisme penyimpanan data berkecepatan tinggi yang digunakan untuk menyimpan data atau instruksi yang sering diakses oleh pengguna laptop/hp.

Pendapat lain mengatakan bahwa cache adalah suatu data yang sifatnya sementara (temporary) yang tersimpan pada sistem penyimpanan internal laptop/hp. Cache menyimpan berbagai aktivitas pengguna laptop/hp dan ukurannya kecil sehingga membantu mempercepat proses kerja prosesor ketika pengguna membuka aplikasi atau melakukan perintah pada laptop/hp.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa cache adalah sebuah teknologi yang berfungsi untuk membuka aplikasi atau halaman website dengan lebih cepat. Potensi terjadinya bottleneck dalam aliran data dan RAM dapat diminimalisir dengan adanya cache tersebut.

Fungsi Cache

Fungsi cache yang paling utama adalah untuk membantu mempercepat akses data pada laptop/hp sehingga meringankan kerja prosesor. Beberapa fungsi lain dari cache adalah sebagai berikut:

  • Cache dapat mempercepat akses pada komputer.
  • Cache dapat menjadi jembatan perbedaan kecepatan antara memori utama dengan dengan CPU.
  • Kinerja memory menjadi lebih cepat.
  • Cache dapat meningkatkan kinerja prosesor.

Jenis Jenis Cache

Cache terbagi menjadi dua kategori yaitu client-side caching dan server-side caching. Pada masing-masing kategori tersebut memiliki jenis-jenis cache yang berbeda. Adapun beberapa jenis dan fungsi cache adalah sebagai berikut:

  1. Client-Side Caching

Pengertian client-side caching adalah file data yang disimpan di dalam laptop/hp pengguna yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Dalam hal ini, client-side yang paling sering digunakan adalah browser cache.

  • Browser cache; browser cache adalah jenis cache yang paling umum ditemui oleh pengguna dan dapat ditemukan pada pengaturan browser. Dengan adanya browser cache, komputer dapat membuka sebuah halaman website lebih cepat dimana penyimpanan data dilakukan pada kunjungan pertama saja. Namun, dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan pembersihan cache agar file cache tidak memakan banyak tempat di dalam disk komputer.
  1. Server-Side Caching

Server-side caching adalah file (dokumen, gambar) yang disimpan di dalam server website. Dalam hal ini, data di server website dapat di-cache kapan saja sehingga client dapat mengaksesnya lebih cepat.

Beberapa yang termasuk dalam server-side caching diantaranya;

  • Database cache; jenis cache ini biasanya digunakan oleh pengembang aplikasi website dengan tujuan untuk mencapai kinerja web yang lebih baik. Beberapa keuntungan database cache adalah proses akses data lebih cepat, penggunaan cpu lebih kecil, dan mengurangi akses disk.
  • Object cache; jenis cache ini berfungsi untuk menyimpan sementara data objek secara lokal di dalam komputer, misalnya gambar atau video di browser pengunjung. Dengan begitu, ketika mengunjungi website yang sama maka tidak perlu mengunduh objek berkali-kali dari server, sehingga objek dan halama website di dalamnya akan ditampilkan lebih cepat.
  • Opcode cache; jenis cache ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja PHP. Dengan adanya opcode caching maka kinerja PHP akan jauh lebih baik.
  • CDN Cache; bagi pemilik website yang pengunjungnya berasal dari berbagai belahan dunia, maka menggunakan CDN cache adalah suatu solusi yang sangat baik. Dengan adanya CDN cache maka konten website dapat ditampilkan ke pengunjung dari server terdekat.
  • DNS cache; disebut juga dengan database sementara yang dikelola oleh sistem operasi suatu komputer. Jenis cache ini mencatat histori alamat IP domain yang pernah dibuka oleh pengguna komputer.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai cache, fungsi, serta beberapa jenis cache. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian, Jika kalian beminat ingin membuat website tapi bingung mau buat dimana, cek halaman kami aja di www.indowebhost.co.id. disana banyak promo menarik loh, jangan lupa untuk berkunjung ya!.

 

 

CloudFlare

CloudFlare adalah sebuah CDN (Content Delivery Network) yang memiliki fitur lebih baik dari standar CDN yang ditawarkan. Ada banyak keuntungan dan juga beberapa kerugian dari CloudFlare. CloudFlare adalah sebuah CDN yang berada ditengah-tengah antara nama domain dan web hosting. CloudFlare menyediakan keamanan tambahan untuk serangan DDoS, selain juga merupakan sumber cache statis yang membuat website dapat dimuat lebih cepat.

CloudFlare adalah jaringan pengiriman konten yang bertindak sebagai proxy antara website dan visitor. Melayani cache konten statis dari lokasi terdekat (CloudFlare memiliki banyak server yang tersebar di beberapa negara), hal itu menjadikan loading sebuah website lebih cepat.

Sebagai gambaran sederhana, CloudFlare bertindak sebagai penghubung antara pengunjung dan server website. Tujuannya supaya website terhindar dari serangan berbahaya yang dilakukan oleh pengunjung website. Pengunjung website dibagi menjadi tiga jenis:

  1. Visitor. Di sini, visitor adalah pengunjung berupa manusia.
  2. Perayap dan robot. Perayap dan robot adalah pengunjung  berupa program yang bertujuan untuk memindai setiap halaman website, dan dapat menghabiskan banyak bandwidth server.
  3. Attackers. Attackers adalah pengunjung yang bertujuan untuk melakukan serangan pada website.

Dengan menggunakan layanan CloudFlare, website Anda dijamin aman dari berbagai serangan maupun aktivitas yang dapat merusak performa Anda.

Selain itu, CloudFlare melayani semua request ke website dan dapat menawarkan layanan yang lebih berguna jika dibandingkan dengan CDN tradisional. Berikut adalah beberapa fasilitas yang akan Anda dapatkan menggunakan CloudFlare.

  • Mitigasi serangan DDoS.
  • Analytics untuk semua request yang dibuat ke website.
  • Instalasi sertifikat SSL yang lebih mudah.
  • Network gateway antara protocol.

Fungsi CloudFlare

Ketika CloudFlare diaktifkan pada website Anda, nameserver akan secara otomatis mengikuti nameserver dari CloudFlare. Hal ini akan memungkinkan seluruh aktivitas ke dalam website akan tersaring dan dapat diakses lebih cepat karena semua lalu lintas melalui CloudFlare terlebih dahulu.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari CloudFlare.

  1. Mengarahkan visitor pada koneksi paling cerdas, CloudFlare akan mengarahkan visitor pada data center terdekat, sehingga website dapat diakses dua kali lebih cepat jika dibandingkan tanpa menggunakan CloudFlare.
  2. Mengawasi lalu lintas berbahaya pada website. CloudFlare akan menerima permintaan akses dan menganalisa apakah pengunjung tersebut berbahaya atau tidak. Hal ini dilihat dari IP, resource yang diakses, dan seberapa sering melakukan akses tersebut ke situs Anda. Apabila terlihat seperti sebuah ancaman, CloudFlare akan memblokirnya.
  3. Sebagai cache konten statis. CloudFlare berfungsi sebagai cache konten statis untuk website, misalnya gambar, JavaScript, CSS, dan lain-lain.

Berikut adalah alasan mengapa Anda perlu menggunakan CloudFlare:

  1. Meningkatkan kinerja website. CloudFlare memiliki server proxy tersebar di beberapa negara dan dapat mengarahkan pengunjung ke server terdekat. Hal inilah yang menjadikan kecepatan loading halaman website meningkat.
  2. Optimasi website pada perangkat mobile. Teknologi Rocket Loader dan AutoMinify menjadikan website Anda dapat diakses lebih cepat dan efisien melalui berbagai perangkat.
  3. Perlindungan dari bot dan ancaman. CloudFlare menggunakan data dari pengguna serta pihak ketiga untuk mengidentifikasi apakah lalu lintas ke website merupakan ancaman atau bukan, dan akan berusaha menghentikannya. Anda dapat melihat laporannya pada dashboard CloudFlare.
  4. Melindungi website dari komentar spam. CloudFlare menggunakan data dari pihak ketiga untuk menyaring komentar pada situs Anda.
  5. Memberikan peringatan pada pengunjung jika komputer terinfeksi virus. CloudFlare dapat memberikan peringatan kepada pengunjung apabila komputer mereka terinfeksi virus dan menyarankan untuk segera membersihkannya. Biasanya, agar dapat mengakses website Anda, pengunjung akan diminta memasukkan CAPTCHA.
  6. Browsing mode offline. Ketika hosting mengalami gangguan, pengunjung akan tetap dapat mengakses website karena halaman website sudah ada dalam cache CloudFlare.
  7. Mengurangi penggunaan resource server. Request pada server akan berkurang dan hal ini mempengaruhi beban server, misalnya penggunaan CPU pada hosting. Bahkan ketika ada lonjakan visitor, beban server akan tetap aman.
  8. Laporan visitor. CloudFlare dapat menampilkan visitor apakah itu robot search engine, ancaman, atau lalu lintas dari pengunjung manusia.

Keuntungan menggunakan CloudFlare

  • Menyembunyikan IP address asli dari web hosting sehingga hacker tidak dapat menyerang server.
  • Membuat cache situs sehingga sumber daya untuk memuat situs lebih cepat dan mengurangi beban server.
  • Memberikan perlindungan terhadap semua serangan DDoS dengan mengubah keamanan keamanan situs.
  • Jika situs down, CloudFlare akan terus melayani cached data sampai situs up kembali.
  • Jika registrar tidak memberikan pilihan untuk menambahkan DNS records, kita dapat menggunakan nameservers dari CloudFlare dan menambahkan host DNS records disana.
  • CloudFlare menawarkan layanan gratis dan memungkinkan kita untuk menambahkan beberapa domain sekaligus.
  • Kita dapat memblok akses situs dari daerah atau negara tertentu, jika menerima banyak serangan dari negara-negara tertentu.
  • Memberikan SSL gratis, yang dapat juga digunakan pada shared host.

Kerugian menggunakan CloudFlare

  • Karena CloudFlare bertindak sebagai man-in-the-middle, jika CloudFlare down, situs juga akan down, bahkan jika web hosting up.
  • CloudFlare memungkinkan kita untuk mengubah keamanan website menjadi “I am under attack” mode, yang memblok semua upaya serangan DDoS. Tapi juuga memblok semua robot, yang merupakan kerugian bagi sebagian orang.

mengaktifkan CLoudFlare pada shared hosting atau VPS

Kunjungi website cloudflare.com dan daftar disana, gratis. Tambahkan domain kita dan secara otomatis CloudFlare akan mendeteksi nameserver dan IP address dari host yang kita gunakan saat ini. Cukup pilih pengaturan keamanan dan cache yang diinginkan dan klik next. Setelah semua proses dilakukan, copynameserver yang diberikan CloudFlare dan masukkan ke registrar domain kita.

Cloudflare Pro

Cloudflare Pro adalah salah satu paket berbayar yang ditawarkan oleh Cloudflare. Selain paket Prop juga terdapat paket Business dan Enterprise. Tentu saja kelebihan yang ditawarkan berbeda-beda, apalagi dibandingkan dengan yang versi gratis.

Saat menggunakan versi gratis terdapat beberapa batasan yang harus Anda terima, seperti pengguna maksimal aturan yang diterapkan dan juga optimasi lainnya.

Meskipun menyediakan layanan pihak ketiga, harga yang ditawarkan pun terbilang cukup mahal. Misalnya pada paket Pro, Anda perlu membayar 20 dollar setiap bulannya untuk satu buah domain saja.

Namun, tidak perlu khawatir karena Cloudflare juga menyediakan layanan gratis dengan beberapa batasan tentunya.

Kesimpulan

Berdasarkan informasi di atas, bisa jadi Cloudflare menjadi salah satu solusi yang menarik untuk dicoba. Anda dapat membandingkan kinerja dari situs web sebelum dan setelah menggunakan layanan Cloudflare.

Setidaknya dengan beberapa penjelasan terkait dengan apa itu Cloudflare dan fungsi Cloudflare yang sudah dibahas dapat memberikan gambaran tentang manfaat dari Cloudflare. Selain itu juga dapat diterapkan di situs web Anda, sehingga dapat memenuhi faktor yang menjadi ukuran situs web yang baik. Ditambah fitur caching-nya pun menjadi nilai menarik yang dapat dipertimbangkan saat ingin menggunakannya.

Proses pemasangan Cloudflare cukup mudah dilakukan, begitu juga sebaliknya. Anda dapat mengikuti link panduan yang ada di sub judul cara setting Cloudflare di atas untuk proses lebih detailnya. CloudFlare adalah layanan yang powerful yang menyediakan tingkat keamanan dan redundansi yang sangat baik dan gratis.

Pengertian dan Cara Meningkatkan CTR

Pengertian

Click Through Rate (CTR) adalah rasio jumlah klik terhadap jumlah impression. Biasanya klik bersumber dari hasil pencarian organik. Sedangkan impression adalah jumlah munculnya halaman website Anda di hasil pencarian Google.

Cara Menghitung CTR

Misalnya, impression halaman website Anda untuk kata kunci “cara membuat blog” adalah 1000 dan jumlah klik yang didapatkan adalah 100. Maka angka CTR Anda adalah 10 persen. Dibawah ini adalah rumus menghitung CTR.

Mendapatkan angka organic click through rate (CTR) yang tinggi merupakan hal penting bagi semua pemilik website atau blog. Sebab organic CTR mendominasi pendapatan klik di hasil pencarian Google.

Menurut riset WordStream, 62,20 persen klik di hasil pencarian Google di desktop didapatkan dari organic CTR. Di perangkat mobile, organic CTR juga mendominasi jumlah klik sebesar 40,90 persen.

Selain itu, organic CTR yang tinggi juga memberikan sinyal bagus kepada Google. Google menilai halaman website dengan organic CTR tinggi sebagai halaman yang relevan dan solutif bagi para pencari.

Masalahnya adalah mendapatkan angka organic CTR tinggi tidak mudah, mengingat semua orang menginginkannya. Bahkan ketika halaman website Anda sudah muncul di halaman pertama hasil pencarian Google tidak menjamin angka organic CTR yang tinggi.

Memperoleh organic CTR tinggi memang sulit, tetapi bukan hal mustahil jika Anda tahu caranya. Ada banyak cara meningkatkan CTR yang dapat Anda praktekkan langsung. Di bawah ini akan saya jelaskan mengenai lima cara efektif untuk meningkatkan organic CTR Anda.

5 Cara Meningkatkan CTR (Organic)

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, muncul di halaman pertama hasil pencarian Google saja tidak menjamin organic CTR yang tinggi. Anda perlu menargetkan setidaknya peringkat pertama sampai ketiga di hasil pencarian Google. Peringkat pertama, kedua, dan ketiga hasil pencarian Google mendominasi organic CTR dengan angka 20,5 persen, 13,32 persen, dan 13,14 persen (secara berurutan).

Berikut adalah lima cara efektif untuk meningkatkan organic CTR website Anda:

1. Pahami Audiens Anda

Kesalahan pertama dan yang paling sering dilakukan oleh para pemilik website atau blog adalah tidak memahami audiens yang akan dijangkau. Sering kali penulis menentukan topik yang akan ditulis berdasarkan penilaian subjektif saja, tanpa mempertimbangkan apa yang diinginkan pembaca.

Di sinilah pentingnya melakukan riset keyword sebelum membuat konten. Membuat konten tanpa riset keyword bisa berakibat pada satu dari dua hal berikut. Pertama, tidak ada orang mencari topik yang Anda tulis di Google.

Misalnya, Anda ingin menulis tentang “cara membuat komputer”, tetapi ternyata orang yang mencari kata kunci tersebut di Google sangat sedikit, bahkan tidak ada. Haruskah Anda menulis konten dengan kata kunci tersebut? Jika Anda mengharapkan organic CTR tinggi, tentu disarankan untuk menulis topik lain.

Akibat kedua jika menulis konten tanpa melakukan riset keyword adalah apa yang Anda tulis tidak sesuai maksud atau search intent dari para pencari. Search intent atau maksud pencarian adalah apa yang diinginkan oleh kebanyakan pencari terhadap satu kata kunci tertentu. Satu kata kunci bisa dimaksudkan untuk dua hal yang berbeda atau lebih.

Misalnya, ketika memasukkan kata kunci “keyboard”, halaman teratas di hasil pencarian Google adalah keyboard untuk komputer, bukan alat musik keyboard. Hal ini bisa terjadi karena kebanyakan pengguna Google mencari kata kunci “keyboard” bermaksud untuk mencari keyboard untuk komputer, bukan alat musik keyboard. Jadi Google mengutamakan halaman website yang sesuai dengan search intent mayoritas pengguna.

2. Tingkatkan Kualitas Judul dan Meta Description

Ketika pengguna Google melakukan pencarian, mereka hanya memerlukan beberapa detik saja untuk menentukan halaman website mana yang akan dikunjungi. Artinya Anda punya waktu yang sangat sedikit untuk menarik perhatian pengguna Google.

Berdasarkan riset Copyblogger, hanya 20 persen orang yang membaca judul artikel dan membaca kontennya, sedangkan 80 persen sisanya hanya membaca judul tanpa membacanya sama sekali.

Temuan di atas menunjukkan betapa pentingnya sebuah judul untuk sebuah artikel. Apalagi hasil pencarian Google hanya menampilkan judul konten dan ringkasan singkat halaman website (meta description). Jadi Anda harus bisa menarik perhatian calon pembaca melalui judul artikel dan meta description.

Salah satu trik efektif untuk membuat judul menarik adalah dengan menambahkan angka di judul. Seperti judul artikel ini, yaitu Tingkatkan Organic CTR dengan 5 Cara Ini atau 15+ Contoh Blog dan Website Pribadi Inspiratif.

Orang-orang akan lebih tertarik pada artikel-artikel dengan model listicle karena mereka tahu berapa banyak poin penting yang akan didapatkan dari suatu artikel. Menurut Content Marketing Institute, judul artikel blog yang menggunakan angka menghasilkan performa organic CTR 45 persen lebih baik dibanding yang tidak menggunakan angka.

Selain judul artikel, Anda juga perlu menaruh perhatian besar pada meta description. meta description adalah teks singkat yang menjelaskan tentang konten Anda di hasil pencarian. Teks ini terletak tepat di bawah judul dan URL artikel.

Panjang ideal meta description adalah maksimal 130 karakter. Lebih dari 130 karakter, Google akan secara otomatis memotong meta description Anda. Anda bisa mengubah meta description menggunakan plugin Yoast SEO. Yoast SEO akan memberikan peringatan jika meta description Anda melebihi kapasitas seharusnya.

3. Manfaatkan Structured Markup

Ketika melakukan pencarian di Google, mungkin Anda pernah menemukan hasil pencarian seperti di bawah ini. Selain judul, URL, dan meta description, halaman website ini juga menampilkan rating.

Rating di atas adalah salah satu bentuk dari structured markup. Structured markup atau sering juga disebut sebagai schema markup adalah kode yang bisa Anda tambahkan di konten untuk meningkatkan kualitas hasil pencarian. Kode structured markup bisa menampilkan rating, waktu acara, bintang review, sampai harga produk.

Anda bisa menambahkan structured markup dengan mudah menggunakan plugin. Beberapa plugin structured markup yang bisa Anda gunakan adalah Schema Pro, WP Review, WP Product Review, dan All In One Schema Rich Snippet.

4. Dapatkan Featured Snippets

Anda juga pasti pernah menemukan hasil pencarian seperti di bawah ini:

Ini adalah cara meningkatkan CTR yang paling baik. Gambar di atas merupakan salah satu contoh featured snippets. Featured snippets adalah fitur hasil pencarian dari Google yang menampilkan jawaban singkat dari kata kunci yang dimasukkan oleh pencari.

Konten dari featured snippet diambil dari ringkasan halaman website yang menurut Google paling solutif dan sesuai dengan apa yang diinginkan pencari. Dalam banyak kasus, Google mengambil featured snippets dari konten peringkat pertama. Namun, tidak menutup kemungkinan featured snippet bisa diambil dari peringkat di bawahnya jika kontennya memang lebih solutif dibanding konten peringkat pertama.

Dengan mendapatkan featured snippets, Anda bisa mendatangkan lebih banyak organic CTR. Menurut penelitian Ahrefs, 8,6 persen organic CTR di halaman pertama diambil oleh konten dengan featured snippets.

Sayangnya, featured snippets bukan fitur yang bisa Anda atur sendiri. Tidak ada plugin atau kode yang bisa menambahkan featured snippets untuk Anda. Google akan menentukan secara sepihak konten mana yang layak mendapatkan featured snippets.

Walaupun begitu, bukan berarti tidak ada strategi untuk mendapatkan featured snippets. Berikut adalah beberapa tips agar konten Anda mendapatkan featured snippets:

Pertama, cek terlebih dahulu kata kunci yang ingin Anda targetkan. Coba cari kata kunci tersebut di Google dan lihat apakah ada konten yang mendapatkan featured snippets untuk kata kunci itu. Jika ada, kemungkinan untuk mendapatkan featured snippets lebih besar.

Kedua, jawab pertanyaan pencari dengan jelas di konten Anda. Misalnya, salah satu artikel Niagahoster membahas mengenai pengertian plugin. Di konten tersebut saya dengan jelas menerangkan apa itu definisi plugin dan fungsinya sehingga bisa mendapatkan featured snippet.

Ketiga, maksimalkan penggunaan heading (H1, H2, H3, dan H4) di konten Anda. Pastikan H2 Anda mengandung focus keyword yang Anda targetkan.

Keempat, buat alur konten yang terstruktur sehingga Google bisa memahami konten Anda dengan mudah.

Kelima, buat konten sedetail mungkin. Konten yang lebih detail dan lebih lengkap memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan featured snippets.

5. Jangan Kecewakan Pembaca Anda

Konten berkualitas rendah tidak akan pernah mendapatkan posisi tinggi di hasil pencarian Google. Sebab konten tidak berkualitas hanya akan mengecewakan pembaca. Pembaca akan kesulitan atau bahkan tidak bisa menemukan jawaban di konten berkualitas rendah.

Jika tidak puas dengan konten Anda, pembaca akan langsung meninggalkan website Anda sehingga akan meningkatkan bounce rate. Bounce rate adalah persentase pengunjung yang langsung meninggalkan website setelah membuka satu halaman saja (Google Analytics).

Bounce rate yang tinggi mengindikasikan kualitas konten di halaman tersebut terlalu buruk sehingga pengunjung tidak tertarik untuk mengeksplorasi konten-konten lainnya. Semakin tinggi bounce rate, semakin buruk nilai website Anda di Google dan tentu akan berpengaruh pada organic CTR Anda.

Oleh karena itu, Anda harus memuaskan pembaca dengan konten berkualitas sehingga betah membaca, bahkan membaca konten-konten lain di website atau blog Anda. Berikut adalah beberapa tips membuat konten yang menarik untuk pembaca:

Pertama, bagi artikel Anda menjadi paragraf-paragraf singkat. Paragraf yang terlalu panjang akan membuat pembaca cepat lelah dan kesulitan menemukan poin utama dari artikel Anda. Sebaiknya buat satu paragraf tidak lebih dari tiga kalimat.

Kedua, tambahkan media visual untuk memudahkan pembaca memahami konten Anda. Terdapat berbagai macam media visual yang bisa Anda manfaatkan, dari gambar ilustrasi, foto, infografik, atau video.

Ketiga, pastikan konten Anda menjawab pertanyaan pembaca. Orang melakukan pencarian di Google untuk mendapatkan jawaban. Kalau mereka tidak menemukan jawaban di konten Anda, tentu mereka akan beralih ke konten dari website lain yang lebih solutif.

6. Monitoring Konten

Semua orang tentu berharap kontennya akan mendapatkan organic CTR dalam satu kali percobaan. Idealnya memang seperti itu. Namun, dalam praktiknya tentu banyak situasi dan kondisi di luar perkiraan.

Bisa jadi ada tren baru sehingga Anda harus mengupdate konten, kompetitor membuat konten yang jauh lebih baik dari konten Anda, tautan di konten rusak, atau gambar di konten Anda error. Apa pun bisa terjadi. Oleh karena itu, setelah menerbitkan satu konten, Anda perlu melakukan monitoring konten secara reguler.

Periksa apakah konten kurang lengkap, gambar tidak muncul, tautan rusak, dan lain sebagainya. Pastikan konten Anda selalu berada dalam kondisi terbaik sehingga tidak merusak pengalaman pembaca. Dengan monitoring konten secara berkala, Anda bisa mengetahui mana konten yang perlu perbaikan dan konten mana yang sudah cukup baik performa organic CTR-nya.

Open chat